Kisah inspiratif rektor UGM 2012 – 2017


Seperti kisah masa kecilnya pak Sudjarwadi ( rektor UGM 2008 – 2012 ), ternyata rektor UGM terpilih kali ini mempunya kisah yang menurutku sama inspiratifnya dengan beliau. Salah satu yang perlu di contoh adalah, fighting spirit / semangat berjuang yang akhirnya membuat yang bukan siapa-siapa menjadi “seseorang” yang banyak dikenal orang. Itulah dia, 2 orang rektor yang benar-benar bejuang dari nol.

Pak Pratikno dilahirkan di sebuah kampung terpencil di Desa Donogede, Tambak, Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 1962. Tepatnya 40 kilometer dari kota Bojonegoro, desa yang dikelilingi hutan jati dan pertanian tembakau ini baru dialiri listrik pada tahun 1994. Karena tidak ada satu pun gedung sekolah, bersama dengan 13 temannya, Pak Pratikno harus bersekolah dengan menumpang di rumah seorang kepala desa. “Masih ingat, saya sekolah SD itu tidak pakai sepatu. Dari 13 orang teman ini, katanya hanya beliau yang melanjutkan SMP.

Lokasi SMP yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya, tidak lantas meluluhkan keinginan beliau untuk melanjutkan sekolah. Ia pun rela harus kost. Di usia SMP, beliau sudah terbiasa mandiri, masak sendiri. Tiap pagi bangun menghidupkan api di anglo untuk masak nasi, tapi untuk sayur dan lauknya ia beli di warung, seperti sayur asem dan lodeh. Katanya harga satu mangkok sayur kala itu seharga Rp 25.

Setelah lulus SMP, kemudian pindah ke SMA Kota Bojonegoro dan lulus pada 1980. Kemudian, ia melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Isipol UGM karena bercita-cita ingin menjadi sekda. Namun, nasib berkata lain. Ia justru diterima menjadi dosen di almamaternya dan melanjutkan pendidikan master serta doktor di Inggris. “Jadi, saya pulang master dari Inggris, kampung saya belum ada listrik. Itulah yang membuat saya sedih kalau pulang,” tuturnya.

Tahun 2005, Pratikno mendirikan LSM Ademos (Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial) untuk mengobati kerinduannya terhadap kampung halaman. “Sebagai klangenan saya di kampung. Saya memfasilitasi sinau bareng. Minimal, saya tidak terlalu malu saat keluar rumah di kampung,” katanya.

Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan diperoleh Pratikno dari Fisipol UGM (1985), master di bidang administrasi pembangunan dari Uiversitas of Birmingham, Inggris (1991), dan Ph.D. dari Flinders University, Australia (1997). Moderator debat capres tahun 2009 ini belum lama diangkat Presiden RI sebagai tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Ia juga diangkat oleh Gubernur DIY untuk menjadi anggota panitia Rencana Aksi Nasional HAM untuk Provinsi DIY.

Sumber : Web UGM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s