Trip to Temanggung


kanan kirinya masih hutan

Jum’at, 10 Februari 2012

Langsung aja, mungkin karena alasan utama suntuk dirumah akhirnya aku menyanggupi tawaran temen buat salah satu pengisi acara sharing di Temanggung. Alasan lain ya karena acaranya menurutku positif, dan cukup penasaran juga dengan keadaan “pelosoknya” Temanggung makanya aku ikutan. Inti dari acara itu adalah sharing2 tentang kehidupan pra, ketika, dan pasca kampus serta memberi semangat kepada adik2 Madrasah Aliyah untuk melanjutkan studi ke bangku kuliah.

Seperti biasa, ketika di sms kumpul setengah 5 di Mirosho (deket TGC futsal) akhirnya pada baru datang sekitar jam 5. Nah, disitu aku dapet kenalan baru, namanya Fadholi anak UIN SUKA jurusan “Teknik” Hadist sama Puji anak sastra Jepang. Total team ada 5 orang, 2 yang lain adalah Aryo ( Isipol ) dan Puja ( Sastra Inggris ). Berhubung gantian pesen makanannya, jadi saling nunggu. Alhasil jam set 6 baru berangkat dari Jogja. Nah, ternyata beberapa saat kemudian setelah perjalanan udah langsung adzan Maghrib. Jadi kami berhenti sebentar (kyknya lama si) di SPBU pinggir jalan Magelang.

Perjalanan pun dilanjutkan. Ada cerita lucu ketika di deket pertigaan masuk jalan alternatif Secang – Temanggung. Jadi formasinya kan 2 cowok didepan, 2 cewek di tengah n aku dapet posisi di belakang (skedar sweeper untuk memastikan yg ce nda ketinggalan. Nah, karena sesuatu hal akhirnya terpaksa deh aku nyalip yang ce. Nah, setelah tak tunggu agak lama dan keadaan mulai hujan, kukira mereka berhenti buat pake mantol dulu. Akhirnya sambil nunggu aku pun langsung ambil mantol di jok motor, dan tak pake. Tapi stelah cukup lama nda nongol2 akupun mulai curiga. Akhirnya aku balik deh buat nyusul mereka, dan ternyata mereka menghilang. Setelah beberapa saat aku baru sadar, ternyata  ada jalan alternatif ke kiri dan ternyata aku lurus terus. Intinya sih, awalnya kukira MEREKA YANG KETINGGALAN tapi ternyata AKU YANG KETINGGALAN.

bedug besar  di alun-alun Temanggung

Perjalanan pun lanjut, dan sebelum sampai kota Temanggung ban motor temenku ( Aryo n Fadholi) bocor. Tapi syukur Alhamdulillah, jarak sekitar 10 meter dari tempat bocor ternyata ada tambal ban. Awalnya sih aku ikut nunggu, tapi karena bosen akhirnya aku duluan ke masjid Agung di alun-alun Temanggung nyusul temen-temen yang ce. Stelah shalat Isya’ dan beristirahat bentar, ternyata mereka dah selesai nambal ban. Stelah smuanya shalat Isya’ n suasana makin adem akhirnya kita ke depan masjid beli wedhang ronde buat ngangetin badan. Tanpa terasa liat jam ternyata udah jam 9 lebih. Mantaph, Jogja alun-alun Temanggung bisa 3,5 jam. Lama pisan euy.

suasana di alun-alun Temanggung jam 9an malem

Waktu semakin larut, kita melanjutkan perjalanan. Seperti yang kuduga, perjalanan pasti ngelewatin semacam hutan dan hawanya semakin dingin. Meski begitu, jalan sangat bagus sampai di dalam dusun. Cuma 1 yang diluar perkiraan, sinyal hape ga ada. Whatever dah, yang pasti pengalaman disitu jadi semakin menarik. Jam 10 kurang kami sampai di dusun Krengseng (atau desa ya), Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung disambut dengan teh hangat, camilan dan makan malam. Sedaaaap😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s