KTM UGM buat tiket trans Jogja? Mantaph :)


Jum’at, 3 Februari 2012

Langsung aja, tadi abis ketemu DPA rencana mau ambil sertifikat KKN. Awalnya mengira petugas di akademik cuma bercanda bilang namaku nda ada, tapi ternyata? beneran cui. Dan setelah ngecek temen se unitku, ternyata nda ada smua. Wah, ndak tau juga kok bisa tapi kalau dirunut waktu pengeluaran nilai juga lama. Jadi ada kemungkinan ya sertifikatnya tersendat juga.

Mungkin kamu bingung ya, kok judulnya trans Jogja isinya malah sertifikat KKN. Itu cuma curhat dikit kok, hehe. Nah, disebelah tempat buat ngambil sertifikat, ditumpuk semacam selebaran tentang trans Jogja. Ada yang blum tau trans Jogja? kebangetan klw mahasiswa UGM nda tau trans Jogja. Apalagi kalo mahasiswa UGM ndak tau Merapi, sungguh terlalu, peace😀

Sekilas aja, trans joga merupakan sistem layanan angkutan bus perkotaan yang lumayan cepat, tidak berdesak-desakan, harga terjangkau, dan yang pasti nyaman karena ada AC nya. Namanya juga trans Jogja, tentunya cuma beroprasi di Jogja aja. Lebih tepatnya sekitaran ringroad (termasuk dalemnya) sama ke arah Prambanan.

Nah, kali ini pihak trans Jogja bekerjasama dengan UGM untuk mempermudah (dan mempermurah tentunya, hehe) dalam penggunaan trans Jogja. Caranya cukup dengan menggunakan KTM alias Kartu Tanda Mahasiswa. Pengen tau caranya?

Pertama tentu harus punya KTM dulu. Kemudian bayar 100rb dan otorisasi di Swaragama, blok H-5 Bulaksumur (belakang Gelanggang Mahasiswa UGM)

Mudah kan caranya? nah KTM selanjutnya dapat berfungsi sebagai alat bayar pelayanan bus Trans Jogja. Dan asiknya, tanpa batas frekuensi coi, jadi bisa pake terus-terusan dalam 1 bulan itu. Mungkin sedikit perhitungan ya, ini dari rumahku yang di deket ring road utara. Pertama kita hitung pengeluaran dengan motor :

Kalau naik motor, udah tak itung biaya bensin sekitar 2500 sampai 3rb/hari. Artinya sebulan (tanpa hari minggu jd 26 hari) total pengeluaran 65rb – 78rb perbulan. Itu cuma bensin loh, belum resiko ban bocor, service, dll. Yg pasti harus modal dulu.

Nah, kalau pake angkutan biasa jelas lebih mahal. Sehari temenku anak Biologi pasti tembus Rp. 2500,00 sekali jalan. Pulang balik,ya sekitaran Rp. 5.000,00. Itu baru sehari.

Nah kalau diitung perbulan kan 26 kali 5rb jadi 130rb. Wow, lumayan fantastis.

Sekali lagi itu perhitungan dari rumahku yang terletak di pojok utara – timur ringroad lho ya. Untuk daerah yang berbeda, tentunya beda pula perhitungannya. Nah, sekarang tinggal pilih, mau memilih trans Jogja atau tetep pakai angkutan biasa???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s