Sejarah Canaan


Pada mulanya ada Dewa yang memiliki banyak dunia yang tersembunyi di sakunya, salah satu dunianya adalah Canaan, kemudian Dewa mengalokasikannya menjadi dunia Sekuler. Jadi manusia secara bertahap tinggal di dunia tersebut. Tetapi mereka selalu menderita karena konflik yang terjadi di dalamnya.

Pada saat ini empat pahlawan hebat melakukan perjalanan di bawah perintah untuk mencari binatang Dewa kuno, dan dengan kekuatan empat binatang sebuah pintu yang luar biasa akan ditemukan dan dibuka. Sebuah dunia baru, surga yang benar, yang terletak di balik pintu tersebut. Sebenarnya surga itu adalah tempat dimana nenek moyang mereka tinggal. Melalui pintu itu, masa penderitaan bisa kembali ke dunia tersebut. Ini adalah dunia dengan pemandangan indah dan kehidupan yang mudah, hembusan angin lembut, sinar matahari yang cerah, hutan misterius begitu mengundang dan orang hidup nyaman, Ini sangat indah. Tapi pada suatu saat, terjadi konflik antara 2 kubu yang berbeda, mereka sangat menginginkan salah satu kota suci dan salah satu kelompok diantara kubu tersebut telah memutuskan untuk pergi meninggalkan kota.

Sebenarnya mereka sudah lelah dengan perang dan konflik yang besar itu, mereka merindukan untuk hidup nyaman tanpa konflik selamanya. Untungnya, di tengah – tengah perjalanan, mereka telah menemukan sebuah tanah baru. Tanah baru tersebut bernama Canaan, yang adalah salah satu dari dunia yang berada di dalam saku Dewa. Pada saat itu hanya ada suku Elf, suku Barbar, iblis dan suku Dwarf yang tinggal disana. Melihat tanah ini dapat dijadikan tempat untuk hidup, mereka mengubah pikiran mereka dan hidup tentram di tanah baru ini. Tetapi setelah generasi dan generasi berikutnya konflik pun terjadi. Jadi mereka berencana untuk kembali. Dengan pengenalan ini, kita telah kembali kepada dunia Canaan yang sekarang.

Raja Canaan Charlie VI dan anaknya meninggal mendadak sebelum empat pahlawan menemukan binatang dan kemudian kerjaan terganggu. Empat pahlawan tersebut telah kembali ke kota Karugarner tersebut dengan tergesa – gesa.Mereka berharap dapat membantu menyelamatkan penduduk. Ketika mereka melewati Tri-Fork, mereka pun tertangkap dan dibawa ke saluran terakhir. Pemanah wanita Caligar menghilang, kesatria Evian tewas dalam pertempuran, hanya penyihir Heyinger beserta pendoa Walhallen yang telah kembali ke kota Karugarner, tapi keduanya pun tertangkap setelah sampai di Karugarner. Akhirnya dengan kemauan keras, penyihir Heyinger mendapat kesempatan dan melarikan diri dengan pendo Walhallen.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Siapa yang menyerang mereka?

Sebuah rumor tersebar di mana-mana. Tetapi ada suatu kebenaran dibalik hal tersebut, Empat pahlawan tersebut disergap oleh Elder Narfilleis dan anggotanya! Sayangnya rumor tersebut berubah menjadi kenyataan. Narfilleis adalah pengatur siasat. Ia begitu berambisi untuk memiliki tahta hingga ia menggunakan kesempatan ketika empat pahlawan melakukan perjalanan, dan membunuh raja Charlie VI dan anaknya. Namun ia begitu takut dengan empat pahlawan tersebut karena mereka begitu kuat, sehingga ia berencana untuk membunuh keempatnya di Tri-Fork.

Dunia runtuh lagi. Para bangsawan sedang bertengkar setiap hari tentang metode untuk mengatasi Narfilleis, dalam situasi seperti itu bagaimana orang bisa merasa nyaman. Mereka merindukan raja besar Charlie VI. Selama pemerintahannya tidak ada begitu banyak hal, sehingga orang merasa lebih aman. Dia mendirikan gereja, membawa kepercayaan kepada mereka dan mengilhami mereka dengan tujuan suci. Ia memenangkan cinta dan kekaguman mereka. Hanya pemimpin seperti dia bisa menyatukan seluruh negeri, tapi sekarang, apakah ada di sana seorang pemimpin yang bisa dipercaya? Apakah masih ada cinta? Apakah ada perdamaian? Orang-orang berharap untuk dapat kembali ke rumah mereka dengan aman dan nyaman. Dunia membutuhkan kedamaian, sehingga tidak ada perselisihan yang tragis. Masih banyak orang biasa yang hidup benar dibandingkan petinggi – petinggi yang hidupnya tidak benar. Mendengar hal itu, banyak manusia yang membentuk tim sukarela dan mencari binatang dewa dengan upaya mereka sendiri. Setelah upaya – upaya yang dilakukan, akhirnya mereka mendapat izin langsung dari para bangsawan, sehingga tim baru dapat memulai kembali. Ini adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan para bangsawan untuk penduduk.

Karena mereka telah membuat keputusan, mereka harus mengikuti tujuan itu. Apapun yang mereka hadapi, seperti kekerasan suku Barbar, kelompk iblis yang haus darah, ataupun ejekan dari suku Dwarf dan Elf, mereka harus menjadi seperti seorang Ksatria. Ditengah-tengah dunia, ada daerah yang belum dijelajahi, masih misterius dan berbahaya. Dan ini tidak akan mudah. Apakah ini akan menanggung buah perjalanan satu tahun kemudian? Hal ini tergantung pada tindakan mereka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s