Semakin bingung dengan pelaksanaan KIK


Selasa, 24 Mei 2011 pukul 08.00 PM waktu Indonesia bagian Jogja

Dari posting saya sebelumnya, sepertinya sudah sangat jelas permasalahannya. Namun jujur, saya sendiri kurang setuju dengan apa yang dilakukan oleh beberapa pihak SKK. Mereka tetap memeriksa STNK meskipun sudah menunjukkan KIK. Sebenernya setelah Maghrib tadi saya baru pulang, dan ada hal yang cukup menarik. Masih ada beberapa personil Satuan Keamanan Kampus yang bertugas. Tapi lucunya, tetap saja yang dicek STNK dan KIK. Nah, apa bedanya pengguna KIK dengan tidak? Apakah hanya “insentif”-nya?

Sedikit menggunakan logika, setau saya di setiap KIK yang dipegang pasti ada nomor plat dari kendaraan yang digunakan. Seharusnya nomor plat di KIK sudah mewakili STNK, intinya menurut saya sih seharusnya tidak perlu lagi mengecek STNK. Nah, terus apa gunanya nomor tersebut kalau masih harus dicek STNK nya? bukankah lebih efektif kalau dicek salah satu saja? Kalau pelaksanaanya seperti itu tentu sangat wajar kalau ada pertanyaan seperti ini, ” Apa manfaat KIK? ”

Menurut civitas akademika UGM bagaimana ya kira-kira pendapatnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s