Relasi Cinta, unik, menarik, asik tapi kadang menyakitkan


Terinspirasi status dari seorang kawand, sebut saja Putra Andika Hermen yang unik, tapi sebenernya sangat sederhana sih menurutku. Berikut cuplikan statusnya

Diberikan sebuah relasi bernama cinta, maka cinta pasti bersifat refleksif, dan tak selalu simetris. Jika cinta bersifat transitif, waspadalah!

Unik bukan? Okey, mari kita bahas relasi apakah cinta itu satu persatu. Tentunya yang akan direlasikan merupakan Himpunan manusia di dunia dengan relasi cinta.

1. Refleksif , bukan karena ada toh yang tidak mencintai dirinya sendiri. Misal minum-minuman keras, narkoba, rokok, dll.

2. Irrefleksif, bukan karena ada yang mencintai dirinya sendiri. Misal jaga kesehatan dll,

3. Simetris, bukan karena kalau dia simetris tak mungkin muncul istilah cintaku bertepuk sebelah tangan

4. Antisimetris, bukan karena misal nih kita cinta kepada Tuhan n Tuhan cinta pada kita. Tuhan tak sama dengan kita kan?

5. Asimetris, bukan karena bisa dibuktikan “ada” pernikahan dimana kedua mempelai saling mencintai ^^

6. Transitif, bukan karena ada juga kan insan yang mencintai insan lain yang “tidak dicintai” oleh Tuhan. Tapi ia mencintai Tuhan

7. Intransitif, bukan karena dalam salah satu ajaran agama ada yang mengajarkan bahwa cintailah pasangan karena “Tuhan”. Ya jadinya ia cinta Tuhannya, kemudian Tuhannya mencintai yang ia cintai.

Nah, kalo ketujuh relasi tersebut tak berlaku jadinya cinta tuh relasi apa dong? Inilah salah satu bukti bahwa ilmu pengetahuan tak mampu mengalahkan ilmu Tuhan. Yang pasti buatku Cinta merupakan anugrah Tuhan yang unik, menarik, asik tapi kadang menyakitkan yang harus kita jaga, dan tentunya Cinta kepada manusia tidak boleh melebihi Cinta kita kepada Tuhan😀

Follow me at Twitter => @uhaisnaini

4 thoughts on “Relasi Cinta, unik, menarik, asik tapi kadang menyakitkan

  1. hmm…kalau cinta dgn teori ideal gimana?

    jadi bersifat refleksif, simetris, dan transitif, shingga cinta menimbulkan partisi?

    mumet…matematika disejajarkan dengan kehidupan hanya sekadar mencari pembenaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s