Pemimpin atau Pemimpi?


Sepertinya sering kita menyalahkan pemimpin, entah karena kurang loyal kah, sibukkah, kurang komunikatif n koordinasi kah, sampai kurang-kurang yang sepele pun bisa jadi alat untuk menyalahkan. Tapi entah kenapa kalau aku sendiri ketika menghadapi problema seperti itu selalu di benakku muncul pertanyaan ini, ” Apakah aku ketika berada di posisinya mampu melakukan amanah itu dengan jauh lebih baik? “. Dan bila kumerasa tidak, ya aku sendiri lebih suka untuk tidak berbuat banyak disitu. Lebih ke just for fun lah, nda mau tak pikir yang berat-berat. Lumayan sih, bisa buat meredakan stress n menstabilkan emosi. Yang jelas itulah sifatku, yang entah baik atau buruk sering membuatku takut untuk membuat gebrakan yang lebih baik.

Aku yakin kemungkinan besar yang membaca artikel ini pasti bertanya-tanya, apa sih hubungan dari paragraf 1 sama judulnya? tentunya sangat terlihat nda nyambung apa yang kutulis tersebut. Namanya juga blog, curhat dikit bolehlah. Namun dibalik itu, sebenernya pengen sedikit share biar agak lega, tentang pemimpin dan pemimpi di benakku. Menurutku sih, kalau pemimpin tuh pasti pemimpi tapi kalau pemimpi belum tentu pemimpin. Bisa kita lihat orang yang sedang bermimpi, tentunya ia akan membayangkan apa yang belum terjadi dihadapannya. Seorang pemimpi tentunya dapat menyampaikan mimpinya tersebut kepada orang lain, namun tentunya tak sebanding dengan usaha yang ia lakukan. Jelas hal tersebut sangat berbeda dengan pemimpin. Sederhananya sih begini, kalau pemimpi menurutku lebih ke arah teoritis sedangkan aplikatif. Kalau melihat beberapa kegiatan yang kujalani sih, ada juga yang pemimpin yang menurutku pemimpi banget. Ia bisa share mimpinya, gagasannya, idenya, bahkan bisa membuat orang lain percaya bahwa ia bisa memimpin. Tentu tidak menutup kemungkinan juga ketika aku didepan juga aku melakukan hal yang sama, entah secara sadar atau tidak sadar. Namun bukan itu pointnya, yang ingin kutekankan adalah ketika pemimpin hanya bisa bermimpi, maka apa yang kita lakukan seperti hanya terbuai dalam angan. Apakah mungkin impian tersebut akan terwujud?

Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengajak rekan-rekan sekalian untuk, SUDAHI MIMPI UNTUK DIPIMPIN OLEH PEMIMPIN KARENA IMPIAN ITU HANYA TERWUJUD DALAM MIMPI, NAMUN BANGUNLAH, JADILAH PEMIMPIN YANG MEMIMPIN IMPIAN PARA PEMIMPI

Semoga tulisan ini bisa jadi instropeksi bersama, terutama buat dirikušŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s