Mudah lupa atau mudah memaafkan???


Pemilu dan non pemilu, mungkin kedua hal tersebut sangat kontras menurut sudut pandangku. Disini yang dimaksud dengan pemilu bukan hanya untuk pemilihan pemimpin aja loh, tapi bisa juga tentang nominasi dll. Intinya sesuatu hal yang berhubungan dengan pencitraan, supaya instansi / lembaga / calon / kader tersebut dipilih untuk suatu kompetisi tertentu. Mungkin ini yang terlihat dari sudut pandangku ketika pemilu dan non pemilu, biar lebih terurut jadi tak bagi jadi 3 bagian :

Pra Pemilu => Kalau masih jauh sih, cuma menawarkan diri biasa-biasa saja, tak terlalu ramai, namun saling menonjolkan kelebihan diri dan kekurangan lawan. Kadang aneh, citra bisa berubah dengan sangat cepat ketika mendekati pemilihan

Pemilu => Kontestan sangat berusaha menjaga citra baik, kalau perlu membuat yang lain bercitra lebih buruk darinya. Berhati-hati dalam membuat keputusan, dan jauh lebih mudah untuk mengucurkan dana

Pasca Pemilu => Mulai terlihat belangnya, dan tentunya jauh lebih sulit dalam mengeluarkan dana. (tentu tidak semuanya seperti itu, namun yang terlihat di masyarakat ya seperti itulah). Kadang kalau kalah, langsung citra merosot drastis, seakan-akan hidup hanya untuk pemilihan tersebut. Jeleknya, ada juga yang mikirin balik modal dulu , sungguh sangat disayangkan

Kalau dilihat di kehidupan nyata sih lumayan banyak terekspose di media. Misal ketika pemilu lalu ada mantan calon yang akhirnya stress berat karena tidak terpilih. Bahkan ada yang awalnya menyumbangkan sesuatu, akhirnya ditarik kembali karena ia kalah. Kalau dilihat baru-baru ini ada salah satu program yang mendapatkan hadiah yang katanya bergengsi. Katanya program tersebut terpilih karena nominasi  ” Terfavorit” , padahal beberapa bulan sebelumnya ketika ada kejadian besar di DIY ia dicaci habis-habisan. Kadang lucu juga, secepat itukah rakyat Indonesia MELUPAKAN atau MEMAAFKAN kejadian tersebut. Secara psikologis, tentunya hal tersebut pasti sudah diketahui dan dimanfaatkan oleh para petinggi negara untuk melancarkan kekuasaan atau kebijakannya.

Sekarang tinggal kita lihat saja, akankah partai yang pernah mengusik ketentraman DIY juga akan dengan mudah dilupakan atau dimaafkan oleh rakyat Indonesia di pemilu mendatang ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s