Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara


Peranan & Pengaruh Teknologi Komunikasi Informasi pada gerakan demokratisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Kebutuhan manusia akan manusia lain membuat interaksi antara satu manusia dengan manusia lain. Oleh karena itulah, maka terbentuk kehidupan sosial yang akhirnya membentuk suatu masyarakat, kemudian bangsa, dan akhirnya membentuk negara. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan pendapat saya tentang interaksi sosial yang akhirnya membentuk suatu sistem demokrasi didalam kedhidupan dengan sudut pandang matematika. Tentunya untuk menyesuaikan dengan topik tugas yang diberikan, saya akan lebih menitik beratkan pada teknologi komunikasi informasi didalam sistem demokrssi. Oleh karena itu, pertama-tama kita akan membahas definisi demokrasi dan teklonogi komunikasi informasi dari beberapa sumber.

Menurut Wikipedia.org
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan)

Menurut teknik-informatika.com
Teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi

Dari beberapa definisi di atas tentu sudah sangat jelas teknologi komunikasi informasi sangat berperan dalam demokratisasi didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tentunya teknologi informasi akan mempermudah rakyat dalam berpartisipasi dalam pemerintahan. Namun apa sajakah peranannya? Berikut sebagian kecil peranan tersebut menurut pendapat saya,

1. Mempermudah rakyat untuk mengkomunikasikan pendapatnya, yang akhirnya memberi kesempatan untuk rakyat dalam proses demokrasi tersebut
Seperti yang telah kita tau, media internet menyajikan berbagai fasilitas yang sangat mempermudah untuk menyampaikan gagasan pemikiran. Beberapa media yang sering digunakan ialah web, weblog,dan situs jejarin sosial. Berbagai situs jejaring sosial pun mulai berkompetisi untuk menarik minat para pengguna internet untuk berkecimpung disitu. Salah satu situs jejaring sosial yang paling digemari oleh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia adalah Facebook, Twitter, dan Yahoo Koprol. Berbagai situs jejaring sosial tersebut tentunya mempermudah masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya kepada pemerintah mengenai berbagai isu yang menguak di media. Sebagai contoh seperti kasus Bibit Chandra dan Prita Mulyasari yang pernah memanas. Akhirnya berbagai gerakan masyarakat melalui jejaring sosial pun bermunculan. Tentunya gerakan tersebut akhirnya berdampak besar dalam pengambilan keputusan di pihak terkait. Apalagi kalau melihat yang kasus Prita, akhirnya berbagai elemen masyarakat mulai mengadakan aksi sosial seperti koin untuk Prita. Tentunya uang yang terkumpul tidak hanya cukup untuk menyelesaikan masalahnya, tapi cukup juga untuk kelangsungan hidup keluarganya.

2. Mempermudah partai politik dan calon yang dijagokan untuk mengkampanyekan partai dan calonnya
Bisa dilihat ketika masa-masa kampanye, berbagai media cetak dan elektronik mulai dibanjiri oleh kampanye dari berbagai partai politik. Bahkan stadion sepak bola yang sejatinya menyajikan tontonan sepak bola pun disulap menjadi panggung para “artis intelektual” untuk mempromosikan dirinya. Bahkan kerennya, sajian tersebut disiarkan secara LIVE alias langsung. Padahal sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah partai politik melakukan hal tersebut diluar masa kampanye. Salah satu yang menurut saya paling konyol adalah iklan salah satu partai, yang menonjolkan tentang penurunan harga BBM sebanyak tiga kali. Secara fakta memang iklan tersebut benar, namun bila dilihat dari sudut pandang lain terkesan “Pembodohan” masyarakat. Bagaimana tidak, dari anak kecil sampe aki-aki pun pasti tau kalau suatu barang A pada tanggal B harganya naik 1500, kemudian turun 3 kali sebanyak 500 pada masing-masing penurunan pasti harganya tidak berbeda dengan harga ketika tanggal B. Itulah Indonesia.

3. Mempermudah pemerintah untuk menyampaikan kebijakan dan undang-undang yang dibuat,
Hal ini tentunya sangat mudah dilihat di berbagai media, salah satunya televisi. Salah satu yang cukup terasa dikalangan perguruan tinggi adalah tentang UU BHP. Akhirnya media yang menjadi alat untuk menyampaikan isi dari UU tersebut yang tentunya mempermudah pemerintah untuk menyampaikan keputusan-keputusannya. Contoh yang lain tentang keadaan para petinggi negara. Beberapa bulan yang lalu, pernah ditayangkan di media televisi tentang kebijakan kenaikan gaji presiden. Meski agak aneh juga sih kalau melihat kondisi rakyat yang dari segi ekonomi masih kalah jauh dari pada negara sebelah, sebut saja Singapura. Meski pernah muncul gerakan Koin untuk Presiden, akhirnya melalui media juga yang membuat citra dari pemerintahan tidak menurun. Dalam hal ini tentunya peranan media tidak hanya dapat untuk menyampaikan saja, namun juga dapat untuk menjaga citra sehingga pemerintah dapat terus eksis dan bertahan hingga akhir periode.

4. Sebagai alat/media oleh rakyat untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan,
Perkembangan media yang sangat pesat, membuat berbagai segi pemerintahan yang dulu susah didapat menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Seperti ketika awal pemerintahan presiden SBY, beliau mengungkapkan tentang program 100 hari. Pada akhirnya dari media pula masyarakat dapat menilai keberhasilan dari program-program tersebut. Hal tersebut tentunya dapat membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan, sehingga kehidupan demokrasi menjadi lebih baik.

5. Mempermudah dalam proses pemilihan umum, baik di tingkat pusat maupun daerah
Pemilihan umum secara langsung, tentunya melibatkan berbagai pihak untuk berpartisipasi didalamnya. Salah satunya kalangan yang menguasai teknologi informasi. Hal tersebut karena dapat mempermudah proses pemilihan umum, mulai dari saat perancangan konsep, sosialisasi, pelaksanaan, perhitungan suara, maupun sosialisasi hasil perolehan suara. Salah satu wujud nyata yang dapat kita lihat antara lain website KPU. Meski pada pemilu presiden waktu lalu website tersebut sempat dibobol oleh hacker, namun tentunya manfaat dari website tersebut tidak akan hilang begitu saja

5 poin diatas hanyalah sebagian kecil dari peranan teknologi komunikasi informasi. Andaikan tidak dibatasi 1500 kata, tentu tidak hanya akan dibahas tentang peranan positif dari teknologi komunikasi informasi namun juga sisi negatifnya. Tentunya teknologi komunikasi informasi tersebut bagaikan pisau bermata dua. Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan oleh Kolonel Sus Drs. Mardoto, M.T. ketika mengisi kuliah, “Teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Semoga teknologi komunikasi informasi di Indonesia semakin berkembang, dan tentunya tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab

Sumber :
Http://wikipedia.org diakses Jum’at 25 Mei 2011 pukul 15.00 WIB
http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi/ Sabtu 26 Mei 2011 pukul 08.00 WIB

Tinjauan pustaka :
Dari sumber diatas, saya membutuhkan definisi dari teknologi komunikasi informasi dan definisi demokrasi

Uha Isnaini
08/269795/PA/12078
Matematika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s