BATU, PERMEN, DAN BERBAGI YANG ADIL (Belajar FPB di Kelas IV A, SD N 21 Palembang)


Oleh: Rully Charitas Indra Prahmana

Pendahuluan: Pembelajaran Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) pada kelas IV di SD N 21 Palembang yang dibawakan oleh saya, Nila, Sasa, dan ditemani oleh bu Neti, selaku guru kelas, serta diikuti oleh 27 siswa. Pembelajaran ini, dibagi dalam 2 pertemuan, dimana pertemuan pertama berlangsung selama + 45 menit dan pertemuan kedua berlangsung selama + 80 menit. Pada pertemuan pertama, pembelajaran ini dibawakan oleh saya, Sasa, dan ditemani oleh bu Neti. Disini, kami hanya mengenalkan konsep pemfaktoran dan pada pertemuan kedua (dibawakan oleh saya, Nila, Sasa, dan ditemani oleh bu Neti), kami me-review konsep pemfaktoran, dengan memberikan permasalahan berupa cerita, kemudian dilanjutkan dengan pemahaman konsep persekutuan, dan diakhiri dengan mencari nilai terbesar dari persekutuan tersebut atau dengan kata lain mereka sudah mengenal FPB secara utuh. Dalam hal ini, semua pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan PMRI, yaitu di mulai dengan problem, yang sesuai dengan konteks pembelajaran dan membiarkan siswa sendiri yang menemukan konsep FPB tersebut, dimana guru hanya bertindak sebagai fasilitator (pembimbing).

Tujuan: Adapun tujuan dari observasi ini adalah menanamkan konsep FPB melalui pendekatan PMRI.

Latar Belakang Penelitian: Latar belakang penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana efek dari pendekatan PMRI dalam pemahaman siswa, dalam pembelajaran FPB?

BATU, PERMEN, DAN BERBAGI YANG ADIL (Belajar FPB di Kelas IV A, SD N 21 Palembang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s