Bersyukur sebagai Terapy


By: M. Agus Syafii

Di Rumah Amalia pernah saya bertemu dengan seorang perempuan muda cenderung bersikap negatif, nyaris dalam segala hal dilihatnya dengan kacamata buram, usahanya gagal, selalu mengeluh tentang dirinya dan sekelilingnya. dia bertanya apa yang harus dilakukan? Saya mengatakan kepadanya agar memperbanyak hamdalah, karena hamdalah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sampai suatu hari orang-orang melihat ada perubahan yang menyolok dalam dirinya. Ia tampak lebih bugar, penuh senyuman dan optimisme. Ketika ditanya ia ditanya banyak orang apa yang menyebabkan perubahan itu, ia selalu menjawab, ‘ini karena terapi bersyukur.’ Setiap pagi selalu mengucapkan hamdalah.’ Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu dipagi yang indah.’ ia kemudian memikirkan & melakukan hal-hal yang terbaik disepanjang hari. Disaat malam tiba menjelang tidur, tidak lupa ia memanjatkan doa, ‘Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, untuk semua anugerahMu disepanjang hari ini.’ Lalu ia memadamkan lampu dan tidur dengan nyenyak.

Teman, banyak orang yang sudah merasakan betapa bermanfaatnya mengucapkan hamdalah karena hamdalah adalah ucapan syukur yang mengandung upaya pemulihan, pengobatan dan kesehatan bagi siapapun yang senantiasa mengucapkannya. Jika kita belajar bersungguh-sungguh dengan mengucapkan dari lubuk hati kita yang paling dalam, membuat hidup kita menjadi lebih sehat, lebih indah dan lebih membahagiakan. Insya Allah.

Wassalam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s