Scene 15 : Unforgiven


Eises Vs Kierra

Hujan deras yang mengguyur Sarang Kierra seolah menggambarkan bahwa langit menangis karena melihat apa yang ada dibawahnya..

“Frozen Coffin Of Ice!” Ckreeekk!! Tubuh sebuah monster yang berwujud setengah ular setengah manusia berukuran sangat besar itu terkurung dalam es berbentuk crystal.. Tibij Eises melayang di depan Kierra dengan membawa sebuah buku berwarna biru yang melayang sebagai senjatanya..

“Spell Break!” Praaanggg!! Kierra *****ahkan es yang mengurungnya..
“Eises, berani sekali kau datang kemari!” Suara Kierra terdengar menggelegar bagaikan petir.. Dia sangat marah
“Aku datang kesini untuk mengambil sesuatu dalam dirimu dan juga membalas perbuatanmu 10 tahun yang lalu terhadap Nona Lucia dan Tuan Tarintus..” Eises yang biasanya berekspresi dingin kini mulai terlihat marah..
“Khu khu khu, 10 tahun yang lalu.. Kau ternyata hanyalah seorang adik yang bodoh yang mengabdikan dirimu pada orang bodoh seperti mereka..” Ucapan Kierra yang seolah menghina orang yang berharga baginya menyulut kemarahan Eises..
“Jangan berani lagi kau panggil aku dengan sebutan adik!!” Buku biru milik Eises mengeluarkan cahaya berwarna biru.. Eises lalu mengangkat tangannya, di telapak tangannya mulai terbentuk sebuah es yang berbentuk tombak berukuran besar..
“Ice Spear!” Dia lalu melemparkan tombak itu ke arah Kierra..
Praaangg!! Tombak itu hancur sebelum menyentuh tubuh Kierra..
“Spell berelemen Es, dan buku biru itu, Book Of Azure Sky, Durandal.. Tampaknya kau sudah menguasai sesuatu yang menarik..” Kierra lalu membaca spell dan perlahan-lahan tubuhnya menyusut dan berubah menjadi manusia seutuhnya.. Seorang wanita berambut biru-keputihan dengan mata ungu.. Dia mirip sekali dengan Eises, hanya warna mata mereka yang berbeda..
“Aku akan serius melawanmu..” Tubuh Kierra mulai terbang dan mencapai ketinggian yang sama dengan Eises.. Mereka berdua sama2 melafalkan spell.. Di sekitar Eises terlihat aura berwarna biru sedangkan di sekitar Kierra terlihat aura berwarna hitam.. Hawa kekuatan mereka terasa sangat menekan, seolah menegaskan bahwa mereka berdua sangat serius dan bermaksud membunuh satu sama lain..
“Bloody Dagger!” Kierra menyelesaikan spellnya lebih dulu, puluhan pisau berwarna merah muncul disekitarnya.. Dia lalu mengarahkan tangannya ke arah Eises, dan seluruh pisau itu beterbangan menyerang Eises
“Frigid Dagger!” Eises mengeluarkan spell yang mirip dengan Kierra, hanya saja jumlahnya lebih sedikit dan pisau-pisau milik Eises berwarna biru..
Terdengar rentetan ledakan setiap kali pisau-pisau itu bertabrakan.. Ledakan itu menyebabkan asap tebal yang menutupi pandangan mereka berdua.. Kepulan asap itu lama-kelamaan pudar dan terlihat sosok mereka berdua.. Kierra tidak terluka sedikitpun, sedangkan di tubuh Eises terlihat beberapa pisau milik Kierra menancap ditubuhnya.. Dari luka itu mengalir darah segar berwarna merah..
“Spell itu, seharusnya hanya Nona Lucia yang bisa menggunakannya..” Tubuh Eises mulai merasakan rasa sakit yang luar biasa, pisau yang menancap di tubuhnya itu terasa seperti semakin lama semakin sakit..
“Khu khu khu, memang benar.. Tapi apa kau tahu? Akulah yang membuat segel Lucia terpisah menjadi 7 crystal, dan aku mengambil crystal yang menyegel lebih dari separuh kekuatannya..”
“Ini akan menjadi pertarungan yang panjang..” Eises mencabut pisau yang menancap di tubuhnya.. Baru sekejap mata Eises tidak memperhatikan Kierra, tiba-tiba Kierra sudah ada di belakangnya..
“Darkness Impact!” Kierra memukul Eises dengan menambahkan spell ke tangannya, pukulannya menjadi sangat kuat dan Eises yang tidak siap terkena telak pukulan itu..
Braaaakkk!! Tubuh Eises menghantam tanah dengan keras sehingga membuat tanah itu berlubang cukup besar.. Eises mencoba bangkit, dia mengumpulkan kekuatannya dan mencoba menyembuhkan luka yang dia terima.. Saat sedang menyembuhkan dia merasakan ada energi yang dikumpulkan dalam jumlah besar diatasnya.. Dia melihat keatas dan disana terlihat sebuah formasi sihir kegelapan..
“Eternal Darkness!” Dari formasi itu keluar bola-bola yang sangat banyak dan menghujani Eises.. Ledakan terdengar tiap kali bola itu menyentuh tanah, kerusakan yang ditimbulkan spell itu membuat daerah disekitar Eises rata dengan tanah, pohon besar, batu, bahkan Lamia yang tadinya ada sekarang sudah hancur tak bersisa..
“Sudah berakhir, Eises” Kierra turun ke tanah dan bermaksud pergi dari tempat itu.. Beberapa langkah dia pergi, dia merasakan ada kumpulan energi yang besar berada di atasnya.. Hawa dingin menusuk mulai dirasakan Kierra, tubuhnya tak bisa bergerak karena hawa dingin itu..
“Aku memanggilmu yang mengawali kehancuran, tunjukkanlah apa yang mereka sebut dengan kekacauan.. Berikan pada mereka kematian yang membuat mereka jiwa mereka membeku dalam keabadian..
Atem Des Eises : Fimbulvehtr !”

————————
Portal yang dibuat oleh Frevel memindahkanku dan Frevel ke sebuah tempat yang memiliki dataran hijau yang sangat luas, terlihat tembok besar yang mengelilingi suatu kota.. Di depanku terlihat sebuah reruntuhan dan ada 3 orang di reruntuhan itu..
“Tempat ini.. Reruntuhan Draconian?

 

Sumber:

http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s