Jas Hujan


Ada sebuah kisah yang cukup inspiratif tentang jas hujan. Bukan karena jasnya, bukan karena hujannya, penasaran karena apanya ? silahkan baca lebih lanjut

Ada seseorang yang setiap kali turun hujan saya selalu meneteskan air mata, sebut saja “Bunga”. Dulu sewaktu Bunga kecil, Bunga selalu ingin mempunyai jas hujan. Waktu Bunga kelas Tiga SD hampir semua teman-teman telah memiliki jas hujan. mereka terlihat gagah dengan jas hujannya. semuanya berwarna cerah nan indah. tetapi ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walaupun kesal dan kecewa, Bunga harus tetap menahan keinginan untuk memiliki jas hujan.

Sampai pada suatu hari kekecewaan itu memuncak, ketika Bunga pulang sekolah, hujan turun deras, Bunga kecewa dengan ibu sebab jika Bunga mempunyai jas hujan saya tidak perlu basah kuyup kena hujan dan bisa berlarian bersama teman-teman yang lain. Disaat teman-teman tertawa menikmati hujan, Bunga harus berjalan pulang dengan tubuh basah kuyup. Ditengah jalan Bunga bertemu dengan ibu. Ibu membawakan payung untuk saya, karena sudah terlanjur marah, tak terima dengan payung itu kemudian ngambek.

Ibu mendekap tubuh Bunga dengan memayungi agar tidak terlalu basah kuyup, hujan makin deras dan kami berjalan pulang sekalipun Bunga ngambek dan menolak untuk dipayungi. Sesampai di rumah ibu dengan membawa handuk, ada kehangatan yang segera menyergap, Bunga menjadi tenang. tak ada kata-kata yang keluar dari ibu selain menghangatkan Bunga dengan handuk, tangannya membersihkan setiap air hujan yang melekat ditubuh. Disekanya kepala Bunga agar nanti tidak sakit, masih dengan diam ibu menggantikan pakaian, setelah itu ibu membuatkan secangkir teh hangat dan menyodorkannya untuk Bunga, Bunga pun bergegas meminumnnya. Kehangatan terasa hadir didalam badan saya. Walaupun saya tidak pernah tahu, saya yakin ada kehangatan lain yang diberikan ibu pada saat itu.

Begitulah ibu tidak mampu membelikan saya jas hujan seperti yang diharapkan namun payungnya telah membuat saya aman. Ibu tidak mampu membelikan saya jas hujan tetapi dekapan ibu membuat saya terhindar dari sakit. Ibu memang tidak bisa membelikan jas hujan namun usapan lembut ibu adalah segalanya. Lingkaran tangannya ditubuh adalah dekapan yang paling indah. Secangkir teh manis telah menghangatkan tubuh . Ya, rintik hujan selalu membuat saya menangis karena teringat ibu. Terima kasih ibu.. yang tidak membelikan saya jas hujan karena apa yang telah diberika ibu selama ini telah membuat hidup saya bahagia.

9 thoughts on “Jas Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s