Scene 14 : Extinguish Flame


—Masih Dalam sudut pandang 3rd Viewer—
Flamme Vs Wind Fighter

“Grrrrr…” Zombie-zombie yang ada di depan Flamme menyerangnya bersama-sama.. Flamme menghindari serangan mereka sambil balas menyerang.. Puluhan Flaacid Zombie itu terus hidup lagi walaupun sudah dibunuh oleh Flamme..
“Berapa kalipun kubunuh mereka, mereka tetap saja tidak bisa mati.. Wind Fighter sial, dia langsung menghilang begitu akan kuserang..”
Flaacid Zombie itu terus menyerang Flamme, dan ada Tombstone, yaitu monster berbentuk nisan yang mempunyai tangan yang juga menyerang Flamme.. Serangan yang terus menerus datang membuat Flamme marah..
“Cukup!” Dia lalu memusatkan kekuatannya pada dua buah pisau merah miliknya.. Pisau itu lalu dikelilingi api yang membara.. Flamme lalu maju ke tengah-tengah kumpulan monster yang menyerangnya..
“Explosion!” Duaarrr!! Api itu meledak begitu menyentuh monster yang terkena serangan Flamme.. Flaacid Zombie yang terkena ledakan itu tidak bisa bangun lagi karena tubuhnya sudah hancur tak berbekas.. Kepulan asap tebal yang terbentuk dari ledakan milik Flamme menyelimuti tempat itu.. Pandangan Flamme menjadi terhalang dan tidak bisa melihat jelas..
“Sial, seharusnya aku tidak menggunakan jurus ini secara berlebb..” Belum selesai Flamme berbicara Wind Fighter menyerangnya dengan tendangan dari samping.. Flamme terkena telak tendangan itu dan terpental.. Bruaaghh!! Flamme terpental menghantam tebing.. Dari mulutnya keluar darah segar berwarna merah.. Flamme lalu bangkit dengan marah.. Dia lalu maju menyerang Wind Fighter itu.. Serangannya itu dihindari Wind Fighter dengan gerakan yang cepat.. Wind Fighter itu balas menyerang dengan sebuah tendangan.. Flamme menghindari tendangan itu dan terus menyerang Wind Fighter.. Wind Fighter yang lebih cepat dari Flamme bisa menghindari semua serangannya.. Flamme terus menyerang Wind Fighter tanpa berhenti.. Saat Wind Fighter mulai kewalahan Flamme lalu mengeluarkan jurusnya..
“Death Blow!!” Craaashh! Serangan Flamme berhasil melukai Wind Fighter dan membuat gerakannya berhenti..
“Groaaaaaaa!!!!!” Wind Fighter itu terlihat murka lalu Men-Summon Flaacid Zombie dari dalam tanah..
“Meskipun kau berjumlah seribu, tetap saja kau tidak akan bisa mengalahkanku..” Flamme lalu memusatkan kekuatannya ke kakinya..
“Blaze Step..” Di kakinya timbul api yang menyala-nyala.. Flamme lalu menyerang kumpulan Flaacid itu.. Setiap Flamme bergerak, tanah yang dipijaknya terbakar oleh api yang ada di kakinya, gerakan Flamme juga menjadi lebih cepat karena spell itu.. Seperti sebelumnya, Flaacid Zombie itu terus bangkit walaupun sudah diserang berkali kali.. Flamme lalu melompat mundur..
“Wahai api abadi yang tidak pernah padam, berikan kekuatanmu padaku yang akan membuatmu menyala lebih terang..” Tubuh Flamme lalu dikelilingi oleh Api..
“Levantine!” Api itu lalu membakar tubuhnya.. “Explosion!” DUAARR!! Di sekitar tubuh Flamme lalu tercipta sebuah ledakan yang besar.. Asap yang timbul dari ledakan itu perlahan pudar, lalu terlihatlah sosok Flamme yang berbeda.. Rambutnya berubah menjadi berwarna Merah terang dan matanya menjadi orange dan kedua pisau Flamme berubah menjadi dua buah pedang berwarna Merah yang memiliki Mata di Setiap Gagang pedangnya.. Wind Fighter merasakan aura yang berbahaya dari diri Frevel.. Wind Fighter lalu segera melompat menjauh dari Flamme..
“Percuma saja kau bermaksud untuk kabur..” Dengan sekali gerakan.. Flamme sudah berada di dekat Wind Fighter di udara.. Wind Fighter berusaha menyerang Flamme dengan sebuah tendangan.. Flamme menghindarinya dengan mudah lalu memukul Wind Fighter dari belakang.. Braaakkkk!! Wind Fighter jatuh menghantam tanah.. Satu serangan itu sudah cukup untuk membuatnya terluka parah.. Flamme lalu mendekat ke arah Wind Fighter.. Wind Fighter mencoba bangkit dan lari.. Flamme bergerak cepat dan menusuk Wind Fighter dengan pedangnya.. Jleb! Tubuh Wind Fighter tertusuk pedang sampai menembus pedangnya..
“Terbakarlah.. Fearfull Flame!” Swooshh!! Pedang Flamme lalu mengeluarkan api yang membakar tubuh Wind Fighter..
“Grooaaa… Groaaa… Groaaa!!!” Wind Fighter terlihat sangat tersiksa dengan api itu.. Sampai akhirnya tubuhnya habis tak berbekas.. Dari abu tubuh Wind Fighter terlihat sesuatu yang bersinar.. Sebuah crystal berwarna biru..
“Uhuk! Uhuk! Hoeekk!” Flamme lalu memuntahkan darah yang cukup banyak..
“Efek samping spell ini mulai terasa..” Flamme lalu mengambil crystal itu dan memasukannya ke wadah yang diberikan Frevel..

——————-
Asfard Vs Austere

Traangg! Traaang! Traangg! Suara pedang yang beradu terdengar dari arah tempat pertarungan Asfard dan Austere.. Beberapa serangan Asfard yang mengenai Austere meninggalkan bekas di tubuhnya..
Austere yang terluka tetap bisa mengimbangi serangan Asfard.. Mereka berdua lalu mundur untuk mengambil jarak.. Austere mengangkat salah satu tangannya.. Dari tanah disekitar Austere lalu keluar para Ghost Knight.. Ghost knight itu menyerang Asfard.. Asfard maju menghadapi para Ghost Knight itu.. Trang! Trang! Braaak! Serangan Asfard yang mengenai Ghost Knight itu membuat tubuh mereka hancur dalam sekejap.. Austere terus men-summon Ghost Knight sehingga jumlah mereka bertambah banyak.. Asfard yang semakin terkepung lalu melompat dan menghantamkan pedangnya ke tanah.. “EarthQuake!” Duuummmm!! Serangan Asfard membuat tanah itu bergetar dan membuat para Ghost Knight itu jatuh bergelimpangan..
“Terlalu lama, akan kuselesaikan secepat mungkin..” Asfard lalu memusatkan kekuatannya ke pedangnya.. Pedangnya lalu diselimuti api berwarna hijau.. “Flame Break!” Dia lalu memukulkan pedangnya ke tanah.. Api yang ada di pedangnya lalu membakar tanah sekaligus semua yang di atasnya.. Para Ghost Knight itu terbakar sampai lenyap.. Sekarang tinggal Austere yang tersisa..
“Aku akan menghabisimu..” Asfard memusatkan kekuatannya ke pedangnya lagi.. “Blazing Weapon!” Kali ini Api yang muncul di pedangnya terlihat lebih besar.. Dia lalu maju menyerang Austere.. Trang!! Braak! Ketika pedang mereka beradu, pedang Austere patah terkena serangan pedang Asfard.. Austere lalu bertahan menggunakan perisainya.. Perisai itu cukup kuat karena tidak hancur terkena beberapa serangan Asfard..
Asfard lalu melompat dan menghantamkan pedangnya ke perisai Austere.. Praaaakkk!! Perisai itu akhirnya hancur juga.. Austere yang tidak memiliki senjata dan perisai lagi hanya bisa bergerak menghindari serangan Asfard.. Asfard tidak menyerang Austere, tapi dia manancapkan pedangnya ke tanah.. “Blazing Break!” Braaakk!! Braaaakk!! Tanah disekitarnya lalu hancur dan mengeluarkan api.. Austere terkena serangan itu dan terkapar.. Asfard lalu mencabut pedangnya.. Dia lalu berjalan mendekati Austere.. Ketika sudah didekat Austere yang terkapar, dia mengangkat pedangnya dan memukulkannya ke tubuh Austere.. Blaaarrr!! Pukulan pedang itu sangat keras sampai menghancurkan tanah disekitarnya.. Austere yang terkena serangan itu dengan telak terlihat tidak bergerak lagi.. Dari dalam tubuhnya lalu keluar crystal berwarna hitam dengan corak putih.. Asfard segera mengambil crystal itu dan memasukannya ke dalam wadah..

Http://forum.lytogame.com

2 thoughts on “Scene 14 : Extinguish Flame

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s