Part 13 : Feelings


Keenam anggota Magnificient Seven itu lalu pergi dengan memakai teleport scroll.. Seteleh mereka pergi, aku lalu mencari Frevel.. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya..

Aku sudah mengelilingi isi kastil ini tapi aku sama sekali tidak menemukan Frevel..
“Kemana perginya?” Aku menggumam sendiri..
“Pluk!” Ada yg menepuk pundakku dari belakang..
“Hyaaaaaa..!!!” Aku berteriak kaget..
“Hyaaaaaa..!!!!!” Ada suara teriakan lain..
Aku lalu menoleh kebelakang..
“Huff.. Aku kira siapa.. Ternyata kau Myria..” Aku bernafas lega..
Dia membungkuk padaku..
“Ma..af kalau saya mengagetkan anda Nona.. Saya lihat anda sedang mencari-cari sesuatu.. Apa yang anda cari Nona?”
“Ah, aku sedang mencari Frevel.. Apa kau tau dimana dia?”
“Hummm.. Kalau Frevel biasanya dia ada di danau belakang kastil ini..”
“Danau di belakang kastil?”
“Ya, anda mau saya antar?”
“Tidak, terimakasih.. Aku bisa sendiri..”
“Kalau begitu, saya permisi dulu Nona..” Dia lalu membungkuk memberi hormat dan pergi..
Aku lalu mencari jalan keluar dari kastil ini.. Kastil ini cukup besar dan lumayan susah untuk menemukan jalan menuju keluar.. Setelah berputar-putar cukup lama akhirnya aku bisa menemukan jalan menuju ke belakang kastil.. Di luar ternyata sudah malam.. Selama aku di dalam kastil aku sama sekali tidak tahu hari itu siang atau malam.. Di pinggir danau kulihat Frevel sedang memandang kosong danau itu.. Aku mendekatinya perlahan agar tidak mengagetkannya..
“Frevel..” Aku memanggilnya pelan..
Dia menoleh, lalu berbalik setelah tau bahwa aku yang memanggilnya..
“Ada apa Nona?” Dia terlihat murung, sangat berbeda dengan di ruangan tadi..
“Frevel, apa ada sesuatu yang membuatmu murung?” Aku bertanya karena aku takut jika yang membuatnya murung adalah aku..
Dia menggeleng.. “Tidak, saya tidak apa=apa Nona..” Walaupun dia berkata seperti itu, aku tau bahwa ada sesuatu yang membuatnya murung..
“Jangan bohong padaku.. Aku tau kau menyembunyikan sesuatu..” Aku mendesaknya agar dia mau bercerita padaku..
“Huhh…” Dia menghela napas panjang.. Dia tampak dewasa dengan pembawaannya.. Dengan rambut pirang panjang yang dibiarkan tergerai dan mata biru yang bening seperti air dia tampak anggun.. Dia terlihat seperti seorang kakak bagiku..
“Lucia..” Dia memanggil namaku pelan tanpa memakai embel-embel ‘Nona’..
Dia lalu berjalan mendekatiku..
“Bisakah kau tutup matamu sebentar?”
Aku menuruti apa katanya.. Kututup kedua mataku..

“Mmmmhhhhh…” Kurasakan bibirku terasa hangat.. Kubuka mataku, ternyata Frevel menciumku.. Aku berusaha untuk melepaskan diri tapi dia menahan tanganku lalu memelukku.. Aku hanya bisa diam saja..
Setelah beberapa lama dia melepaskan ciumannya.. Wajahku memerah seperti kepiting rebus.. Ini pertama kalinya ada yang menciumku.. Dan yang pertama kali adalah seorang wanita yang sama sepertiku !
“Maafkan saya Nona..” Dia tampak merasa bersalah karena melihatku hanya terdiam..
“Ti..tidak apa apa.. Tapi.. Kenapa?”Aku bertanya kenapa dia tiba-tiba menciumku..
“Kenapa saya mencium anda?”
Aku mengangguk..
“Karena saya menyukai anda Nona..”
Jawabannya membuatku kaget..
“Jangan salah paham Nona..” Dia sepertinya bisa mengerti kekagetanku..
“Saya menyukai anda karena anda adalah Orang yang paling berharga bagi saya.. Anda adalah orang yang pernah menyelamatkan saya.. Karena itulah anda menjadi orang yang saya sukai sekaligus orang yang paling berharga bagi saya..” Penjelasannya membuatku terdiam..

“Mungkin Nona tidak mengingatnya.. Tapi danau ini adalah tempat kenangan paling berharga saya dengan Nona..”
“Maafkan aku Frevel..”
“Kenapa anda meminta maaf Nona? Saya rasa yang salah adalah saya..”
“Maafkan aku karena tidak bisa mengingat kejadian tentang dirimu dan yang lain..” Air mataku lalu meleleh membasahi pipiku.. Aku benar-benar merasa bersalah kepadanya..
Dia lalu memelukku.. Pelukan yang penuh kasih sayang.. Seperti pelukan seorang kakak kepada adiknya..
“Sudah.. jangan menangis Nona.. Itu sama sekali bukan salah anda..” Suaranya begitu lembut.. Hatiku terasa nyaman berada di pelukannya dan mendengar suaranya.. Dia lalu melepaskan pelukannya..
“Nah, sekarang saya akan pergi sebentar Nona..”
“Pergi? Kemana?”
“Ke tempat ‘kunci’ terakhir segel yang ada dalam diri anda..”
“Biarkan aku ikut denganmu!” Aku memaksanya untuk membawaku..
“Tidak perlu.. Nona cukup disini dan menunggu kami kembali..”
“Aku tidak ingin selalu mengandalkan kalian! Aku ingin berguna setidaknya sedikit..” Aku terus memaksanya untuk membawaku..
“Baiklah..” Dia akhirnya mau membawaku..
Dia lalu membaca spell dan membuat portal.. Aku dan Frevel lalu memasuki portal itu…

—-Mulai dari sini sudut pandang diubah menjadi 3rd View—-
Donnors Vs Mistress

Jdaaarrr!! Jdaaarrr!!
Suara petir menyambar tanah terdengar sangat keras.. Petir itu menyambar dan menghancurkan apapun yang disambarnya..
“Tidak kusangka aku akan kerepotan seperti ini hanya menghadapi lebah seperti ini..” Di tubuh Donnors terdapat luka-luka yang berasal dari serangan Mistress dan monster lain yang ada di tempat itu..
“Ngguuuunnnggg…” Suara dengungan terdengar dari belakang.. Disana terlihat Mistress dan beberapa ekor honey berusaha menyerang Donnors..
Donnors melompat untuk menghindari serangan itu.. Saat di udara beberapa honey sudah menunggu diatas dan menyerangnya..
“Cih.. Lebah yang merepotkan..” Dia lalu mengarahkan tangannya ke arah Honey yang menyerangnya.. “Thunder Blast!!” Sebuah tembakan petir keluar dari tangannya dan menghancurkan honey itu..
“Hahh.. Hahh.. Hahh..” Donnors terlihat sudah kelelahan..
“Kalau terus seperti ini aku bisa kalah..” Donnors lalu mengangkat tombaknya keatas.. Dia lalu mengucapkan spell.. Belum selesai spellnya sempurna Mistress sudah menyerangnya.. “Buagh!” Serangan telak mengenai Donnors dan melemparnya sampai menghantam pilar bangunan yang ada di tengah taman itu..
Donnors lalu berusaha berdiri..
“Aku.. akan membunuhmu dengan seluruh kekuatanku lebah sial!” Dia lalu terbang dan membuat sebuah formasi sihir di udara..
“Thunder Shield!” Ctaaarr!! Petir mengelilinginya dan melindunginya..
“Wahai petir yang berkelebat di angkasa.. Dengarkanlah aku yang memanggilmu atas namaku.. Patuhilah aku sebagai tuanmu dan musnahkan semua yang menghalangi jalanku..”
Jdaar!! Jdaaarrr!! Petir menyambar tombak Donnors dan membuat tombaknya tampak bercahaya.. Donnors lalu melompat di udara dan memukulkan tombaknya ke formasi sihir yg sudah dibuatnya di udara..
“Thunder RAGEE!!” BLAAAARRRR!!! Dari formasi itu lalu keluar petir yang tidak beraturan dan menyambar semua yang ada di bawahnya.. Seluruh taman itu hancur terkena spell Donnors dan tidak ada lagi monster yang hidup..
“Nguuunggg…” Suara dengungan sayap Mistress masih terdengar.. Monster itu tergeletak di tanah dengan luka yang sangat parah tapi belum mati.. Donnors lalu mendekati monster itu..
Craasshhh!! Donnors menusuk monster itu dengan tombaknya.. Mistress itu lalu berhenti bergerak dan mati.. Dari dalam tubuhnya keluar crystal berwarna Hijau..
“Dengan ini.. setidaknya aku sudah membalas sedikit kebaikan Nona Lucia..” Dia lalu mengambil crystal itu dan menyimpannya di wadah yang sudah diberikan Frevel sebelumnya..

————————–
Erden Vs Wild Mantis

“Ngiiiikkkk……..” Lengkingan suara mantis terdengar menyedihkan.. Mantis itu mati karena dipukul oleh Erden.. Seekor Mantis Raksasa lalu bergerak dengan cepat dan menyerang Erden.. Erden hanya bisa menahan serangan Wild Mantis itu karena dia tidak bisa mengikuti kecepatannya..
“Akan berbahaya bila seperti ini terus.. Jumlah mantis kecil itu sangat banyak dan yang besar ini gerakannya cepat sekali..” Erden lalu berusaha memukul Wild Mantis itu.. Dalam sekejap mata Wild Mantis itu sudah bergerak menghindar dan mundur..
“Ini sama saja memukul lalat dengan palu.. Tidak akan kena walaupun sekuat apapun palu itu..” Erden menggumam sendiri..
Dia lalu memukul tanah dengan sekuat tenaga “Earth Smash!” Tanah itu retak dan menuju ke arah Wild Mantis itu.. Tapi Wild Mantis itu cepat menghindar dan tidak jatuh ke dalam retakan tanah yang dibuat oleh Erden..
“Sudah kuduga harus memakai spell yang mempunyai Area yang luas dan daya hancur yang besar..”
“Steel Body!” Dia mengeraskan tubuhnya dengan spell itu..
Dia lalu membaca sebuah spell..
“Bumi. dengarkan aku yang memanggilmu.. Bantulah aku untuk menghancurkan apa yang ada di atas dirimu.. Hancurkanlah mereka yang berjalan di atasmu dengan penuh kesombongan..” Beberapa mantis mencoba menggagalkan spell Erden, tapi karena Erden memakai Steel Body.. serangan mereka sama sekali tidak ada artinya.. Erden lalu meloncat dan mengarahkan kedua tangannya ke tanah.. “Judgement Hammer!!” DUAAARRR!!! Seluruh tanah di bukit itu hancur dan longsor.. Mantis yang tadinya berjumlah sangat banyak sekarang sudah tidak ada seekorpun.. Hanya terlihat Wild Mantis yang sudah terluka dan tidak bisa bergerak karena terhimpit batuan yang longsor dari atas dan kakinya terjepit ke retakan tanah.. Erden menghampiri monster itu dan mengarahkan pukulannya sekuat tenaga..
“Kiiiikkkkk!!!” Monster itu melengking bersamaan dengan tinju Erden yang menembus tubuhnya… Tubuh Monster itu lalu mengeluarkan sebuah Crystal berwarna Kuning.. Erden mengambil wadah yang diberikan Frevel dan menyimpan crystal itu di dalamnya..
“Nona Lucia.. Saya harap apa yang saya lakukan bisa membuat anda bahagia..”

——————
Schatten Vs Wookies

“Hei kau wanita kecil yang ada disana!! Jangan membuatku tertawa! Kau bilang ingin membunuhku? HAHAHAHAHAHA!!!” Suara sombong terdengar dari markas bajak laut Sky Pirate yang ada di Pelabuhan Nera.. Suara itu adalah suara One Eyed Wookies
“Tutup mulutmu orang tua! Aku akan membunuhmu sebelum kau bisa tertawa lagi!” Schatten lalu mengeluarkan 2 pisaunya yang berwarna hitam dan merah..
“Anak buah! Hajar Dia !” Wookies memberi perintah kepada anak buahnya.. Anggota Sky Pirate yang ada disana semua menyerang ke arah Schatten..
“Dasar bodoh!” Schatten lalu maju dan menyerang mereka… Craatt!! Craattt!! Suara pisau yang mengiris kulit mereka terdengar berbarengan dengan jeritan disetiap kulit yang teriris.. Walaupun Schatten sudah membunuh banyak dari mereka, tapi tetap saja jumlah mereka sangat banyak..
“Aku hanya buang buang tenaga kalau seperti ini..” Dia lalu memanipulasi bayangan dan membuat bayangan itu menjadi nyata.. “Shadow Clone..” Bayangan-bayangan itu menjadi berbentuk sama seperti Schatten..
“Maju!” Dengan satu perintah dari Schatten bayangan-bayangan itu lalu maju dan mulai menyerang para bajak laut itu..
“Shadow Enclosure!!” Schatten membuat mereka tidak bisa bergerak dengan mengikat mereka memakai bayangan..
“Nah, sebaiknya kau bersiap orang tua! Waktu kematianmu semakin dekat..” Schatten mengarahkan salah satu pisaunya ke arah Wookies..
“HAHAHAHAHAHAHA! Jangan membuatku tertawa! Kau hanya bisa menghentikan gerakan mereka!” Wookies masih tetap dengan kesombongannya..
“Huh.. kau yakin?” Semua bayangan Schatten lalu meloncat ke atas para crew bajak laut yang terikat itu..
“Shadow Rain!” Bayangan itu lalu pecah dan menjadi hujan bayangan..
“GyaaaaAAaaaa!!” Para crew yang terikat itu berteriak kesakitan.. Tetesan bayangan itu membuat tubuh mereka tertutup bayangan dan dimakan oleh bayangan..
Wookies terlihat terkejut karena seluruh anggotanya yang tadinya sangat banyak mati dalam sekejap.. Dia lalu bangkit dari kursinya dengan marah..
“Hai wanita bodoh! Jangan merasa dirimu hebat!! Leg, Morgan!!” Dia lalu memanggil kedua kaptennya.. Ukuran mereka juga besar walaupun tidak sebesar Wookies..
“Hanya memanggil raksasa bodoh lainnya.. Jangan pikir tiga raksasa bodoh seperti kalian bisa membunuhku!” Schatten lalu bergerak maju menyerang.. Morgan juga maju dan menghadapi Schatten, sementara Leg bergerak ke atas Schatten.. Saat Morgan dan Schatten bertarung, Leg melemparkan bom ke arah Schatten.. Morgan yang sudah tahu segera melompat mundur.. Duaarr! Bom itu meledak.. “HAHAHAHAHA! APA KAU SUDAH MENGERTI?!?!? KAU SANGAT LEMAH!!” Suara Wookies terdengar sombong mengira Schatten sudah mati..
“Dasar berisik!” Dari kepulan asap itu terlihat Schatten masih hidup dan tidak terluka sedikitpun..
Wajah Wookies, Morgan, dan Leg sama-sama menunjukkan ekspresi terkejut..
“Sekarang giliranku..” Schatten lalu maju menyerang Leg.. Leg yang gerakannya kalah cepat oleh Schatten hanya bisa menghindar sambil sesekali terkena serangan Schatten.. Morgan berusaha membantu Leg.. Schatten lalu menghindar mundur..
“Kalian berdua mengganggu..” Schatten lalu membaca spell..
“Wahai kau yang tinggal di dasar bayangan.. Keluarlah dan berikanlah kengerian pada mereka..” Dari belakang Schatten lalu muncul sesuatu yang mirip Schatten..
“Shadow Demon, Eredar..”
“Huh, jurus itu tidak berbeda dengan yang kau keluarkan sebelumnya!” Morgan mengira Eredar hanyalah Clone dari Schatten..
Eredar lalu maju dan menyerang Morgan.. Belum sampai serangan Eredar mengenai tubuh Morgan, tubuh Morgan sudah terluka.. Morgan terus terluka padahal serangan Eredar tidak ada yang mengenainya..
“Bagaimana mungkin! Serangannya sama sekali tidak mengenaiku! Tapi kenapa aku bisa terluka!” Morgan tampak kebingungan..
“Hu hu hu.. Kau harusnya tahu dari namanya..” Schatten menjawab dengan nada sadis.. Sorot matanya sekarang sangat bengis dan mengerikan..
“Shadow Demon? Shadow? Bayangan?” Morgan lalu memperhatikan bayangannya.. Ya, sejak tadi yang dilukai Eredar adalah bayangan Morgan.. Dan itu memberikan efek langsung ke tubuhnya..
Tubuh Morgan sudah terluka sangat parah.. Dia tidak bisa berdiri lagi..
“Makan dia.. Eredar!” Eredar lalu berubah menjadi sesuatu berwarna hitam yang tidak berbentuk.. Dia lalu menelan Morgan kedalam tubuhnya..
“Gyaaaa!!! Tolooonggg!!!” Morgan hanya bisa berteriak tanpa bisa melepaskan diri.. Sementara Wookies dan Leg hanya diam saja tidak bisa bergerak karena terkejut.. Tubuh Morgan lalu tertelan sepenuhnya dan Eredar kembali ke wujud Schatten..
“Nah, sekarang giliranmu orang tua!” Schatten maju menyerang Wookies dan Eredar maju menyerang Leg..
Wookies mengayunkan jangkar besarnya berusaha menyerang Schatten.. Tapi gerakan Schatten lebih cepat sehingga tidak ada satu serangan pun yang mengenainya.. Schatten menusuk Wookies dengan pisaunya.. Dalam beberapa detik saja, tubuh Wookies sudah penuh luka tusukan.. Sementara Eredar sudah memakan Leg hidup-hidup…
“Sekarang saatnya kematianmu!” Wookies yang dikenal sebagai Raja Bajak laut Sky Pirate pun merasakan ketakutan yang sebenarnya.. Ketakutan yang biasanya hanya dirasakan oleh lawan-lawannya sekarang dirasakan olehnya.. Tubuhnya serasa membeku tidak bisa bergerak..
“Eredar.. Bunuh dia!” Eredar yang masih berwujud bayangan hitam bergerak menuju Wookies.. Dia masuk ke dalam tubuh Wookies melalui luka yang dibuat oleh Schatten..
“Jaa…jangan…” Wookies memohon kepada Schatten..
“Matilah.. Shadow Explosion!” JDDAAARRR!! Tubuh Wookies hancur karena ledakan dari dalam.. Setelah tubuh Wookies hancur lalu terlihat crystal yang bersinar berwarna ungu.. Schatten lalu mengambilnya dan memasukkannya ke wadah pemberian Frevel..
“Nona Lucia.. Semoga anda cepat kembali ke diri anda..”

Http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s