Scene 12 : Sealing Crystal


Portal yg kubuat membuatku berpindah ke kastil ini.. Tubuhku terasa lelah dan sakit.. Pandanganku berkunang-kunang..
“Kurasa aku tidak bisa lebih lama lagi.. Sudah saatnya aku beristirahat..” Aku lalu melepaskan kendaliku atas tubuh ini..

—-Sudut pandang kembali ke “Lucia” yg asli—-

Rantai yang mengikat kedua tanganku hilang dan diriku yang lain tiba-tiba muncul ke hadapanku..
“Maafkan aku karena seenaknya keluar..” Dia berkata seperti itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.. Aku menepis tangannya..
“Jangan pernah melakukan sesuatu kepadaku dengan seenaknya!” Aku membentaknya dan berdiri sendiri.. Dia terlihat sedih atas ucapanku..
“Tapi aku hanya berusaha untuk menolongmu..”
“Aku bisa melakukannya sendiri! Lagipula aku tidak akan mati oleh mereka berdua!”
“Bohong!” Dia membentakku..
“Tadi kau sudah berpikir untuk mati.. Apa kau tidak pernah berpikir betapa pentingnya dirimu?”
“Tidak! Meskipun aku mati tidak akan ada orang yang menangis ataupun bersedih atas kematianku!” Aku balas membentaknya..
“Plaaakk!!” Dia menamparku dengan keras.. Kupegangi pipiku yang terasa panas karena tamparannya..
“Kalau kau berpikir seperti itu.. Lebih baik aku membunuhmu disini sekarang juga!” Dia terlihat marah..
Aku menatapnya dengan geram.. “Cobalah kalau kau bisa!” Aku menantangnya..
Dia lalu menutup mata dan menjentikkan jarinya..
“Aaagghhh..” Aku *****angi leherku.. Aku tidak bisa bernafas.. Tubuhku terasa lemas lalu jatuh terduduk..
“Sesak bukan? Di tempat ini, aku bahkan bisa membuat seluruh darah di tubuhmu berhenti mengalir tanpa menyentuhmu..” Dia menatapku dengan dingin.. Dia lalu menjentikkan jarinya lagi..
“Hosh.. Hosh.. Hosh..” Aku bisa kembali bernafas..
“Kau beruntung, kau bisa selalu berada di ‘luar’.. Sedangkan aku hanya bisa melihat semuanya dari ‘dalam’..” Setelah berkata seperti itu dia berbalik dan menghilang.. Ruangan ini lalu terasa bergetar dan tiba-tiba aku merasa terjatuh..

“Aaaaaaa…” Aku berteriak dan terbangun dengan nafas terengah-engah..
Dimana aku? Kulihat sekeliling.. Tempat ini.. Aku berada di kamarku..
“Duk! Duk! Duk!” Seseorang mengetuk pintu kamarku..
“Nonaa.. Anda baik-baik saja?” Suara Myria terdengar dari balik pintu..
Aku hanya diam saja.. Pikiranku masih terasa kosong..
“Kreeett..” Myria membuka pintu itu dan masuk ke kamarku..
“Anda tidak apa-apa Nona?” Dia *****ang pundakku..
Aku menoleh padanya.. Wajahnya tampak khawatir dengan keadaanku..
“Myria..” Aku menyebut namanya pelan..
“Bagaimana aku bisa berada disini?”
Wajahnya tampak lega..
“Semalam Eises menemukan anda pingsan di taman belakang kastil..”
“Ping…san?” Aku lalu ingat, setelah diriku yang lain hilang tubuhku terasa terjatuh.. Ternyata aku kehilangan kesadaranku..
Aku lalu kembali diam..
“Apakah anda ingin makan sesuatu Nona?”
Aku meliriknya dan mengangguk..
“Baiklah saya akan membawakan makanan ke kamar anda.. Mohon tunggu sebentar..” Myria lalu keluar dari kamarku..
“Lucia..” Aku menggumam pelan.. Wujud diriku yang seorang lagi lalu terbayang di mataku.. Mata merahnya yang menatapku dengan dingin, terlihat sangat mengerikan.. Seolah-olah kehadirannya saja bisa menciptakan suatu aura yang mengerikan..
“Kreeett..” Pintu kamarku terbuka dan terlihat Myria membawa nampan berisi makanan dan minuman.. Dia lalu meletakkan nampan itu di meja dekat tempat tidurku..
“Nona, anda terlihat tidak sehat.. Perlu kupanggil Frevel kemari?” Myria tampak sangat khawatir..
Aku lalu menoleh dan berusaha tersenyum untuk menghilangkan kekhawatirannya..
“Aku baik-baik saja Myria..”
Dia tetap terlihat khawatir.. “Nona tidak perlu memaksakan diri.. Biarkan saya merawat Nona..”
Dia lalu mengambil mangkuk yang berisi makanan dan mulai menyuapiku..
Aku lalu makan dengan disuapi oleh Myria sampai makanan itu habis..

Tubuhku terasa lebih baik.. Setelah makan dan mandi aku lalu keluar dari kamar.. Saat aku keluar aku melihat seorang laki-laki berwajah tanpa ekspresi dan tatapan mata dingin..
“Eises.. Apa yang kaulakukan disini?”
“Saya menunggu anda..” Nada suaranya terdengar datar..
“Menungguku? Untuk apa?”
“Ikuti saya..” Dia lalu berjalan dan aku mengikutinya..

Ternyata dia mengantarku ke tempat dimana para Magnificient Seven berkumpul..
“Ah… Anda sudah datang Nona..” Frevel terlihat senang dengan kehadiranku..
“Ada apa?” Aku rasa ada sesuatu yang penting yang ingin mereka bicarakan..
“Baiklah kalau begitu langsung saja.. Kami sudah menemukan cara membuka seluruh segel yang ada dalam diri anda..” Nada bicara Frevel lalu berubah serius..
“Benarkah? Bagaimana caranya?”
“Seluruh segel dalam diri anda bisa dibuka jika seluruh crystal yang menyegel kekuatan anda dihancurkan..”
Aku lalu teringat bahwa segel pertama yang ada dalam diriku terbuka karena Frevel menghancurkan crystal yang diambilnya dari dalam tubuhku..
“Lalu.. dimana crystal-crystal itu?”
Frevel lalu membaca sebuah spell.. Dinding ruangan ini lalu menjadi sebuah layar.. Layar itu menampilkan enam gambar berbeda
“Crystal kedua ada di Pelabuhan Nera.. Salah satu boss bajak laut Sky Pirate dirasuki oleh crystal itu dan menjadi sangat kuat.. Boss itu sekarang dipanggil One Eyed Wookies.. Dia mempengaruhi seluruh anak buahnya dengan kekuatan kegelapan dan menjadi kelompok bajak laut yang keji..
Crystal ketiga dan keempat ada di Great Garden.. Tempat itu berubah menjadi tempat yang sangat berbahaya sejak crystal itu merasuki salah satu hewan ada disana.. Hewan yang dirasuki adalah lebah dan belalang.. Sang Ratu Lebah sekarang dikenal dengan nama Mistress dan Sang Raja Belalang dikenal dengan nama Wild Mantis.. Kedua hewan ini lalu membuat seluruh hewan dan tumbuhan yang ada di Great Garden menjadi ganas dengan pengaruh kekuatan kegelapan..
Crystal Keempat dan Kelima ada di Kuburan Ksatria.. Crystal itu merasuki salah satu mayat korban perang yang ada disana dan yang satu lagi merasuki jasad ksatria yang ada disana.. Mayat korban perang itu dikenal dengan nama Wind Fighter dan Mayat sang Ksatria itu dikenal dengan nama Austere.. Kedua mayat hidup itu lalu menyebarkan pengaruhnya dan membuat tempat itu dipenuhi oleh kekuatan kegelapan..
Crystal Keenam berada di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Sarang Kierra.. Crystal itu merasuki seorang penyihir wanita yang ada disana dan merubahnya menjadi Monster.. Sang Ratu para Lamia.. Dipanggil dengan nama Kierra..”
Kulihat di layar itu ada gambar seluruh monster yang disebut oleh Frevel..
One Eyed Wookies.. Kapten bajak laut yang menjadi raksasa.. Bermata satu dan bertangan kait serta berkaki kayu..
Mistress.. Lebah besar yang memerintah para Lebah lainnya..
Wild Mantis.. Belalang yang sangat besar dan memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Mistress..
Wind Fighter.. Berbentuk Zombie yang sangat besar dengan wajah mengerikan..
Austere.. Berbentuk Mayat ksatria yang memakai baju zirah dan bertubuh sangat besar..
Kierra.. Dulunya seorang penyihir wanita sekarang menjadi berbentuk Setengah ular dan setengah manusia dengan ukuran yang sangat besar..
“Lalu.. Bagaimana caranya mengambil crystal-crystal itu?”
“Kita cukup membunuh mereka..” Suara Flamme terdengar bersemangat..
“Kau terlihat bersemangat sekali Flamme..” Donnors menegurnya..
“Mungkin karena sudah lama kita tidak bertarung.. Makanya dia terlihat bersemangat..” Erden menimpali kata-kata Donnors..
“Langsung saja.. Aku ingin melawan Kierra!” Flamme terlihat sangat senang..
Schatten lalu berbicara “Aku tidak setuju!”
“Apa?! Kau ingin kuhajar ya Schatten?” Flamme tidak terima dengan perkataan Schatten..
Asfard lalu mendekatiku dan berbisik padaku..
“Nona, tolong keluarkan sedikit kekuatan anda disertai dengan hawa membunuh yang serius.. Jika tidak dihentikan sekarang juga mereka semua akan bertarung satu sama lain..”
Aku lalu melakukan apa yang dikatannya.. Kukeluarkan kekuatanku disertai dengan hawa membunuh..
Mereka semua lalu diam.. Dan menoleh padaku..
“Kalau kalian tidak bisa diam juga maka aku sendiri yang akan mengambil seluruh crystal itu..” Aku berkata seperti itu dengan nada serius..
“Maafkan kami..” Flamme, Donnors, Erden, dan Schatten membungkuk meminta maaf..
“Nah, karena semua sudah bisa diam.. Kita tentukan siapa yang melawan monster ini dengan caraku..” Frevel lalu membuat sesuatu ditangannya.. Dia membuat enam kertas yang diikat oleh tali..
“Disini ada enam kertas yang isinya bertuliskan nama salah satu dari Ke-enam monster itu.. Ambillah dan jangan protes jika tidak mendapat sesuai keinginanmu..”
Mereka berenam kecuali Frevel lalu mengambil kertas itu masing-masing satu dan membukanya..
“Nah sekarang tunjukkan padaku dan Nona Lucia apa yang ditulis disitu dan sebutkan nama kalian..”
“Mistress.. Donnors”
“Wild Mantis.. Erden”
“Wookies.. Schatten”
“Wind Fighter.. Flamme”
“Austere.. Asfard”
“Kierra.. Eises”
“Nah sekarang adil kan..” Nada bicara Frevel terdengar santai..
“Hei tunggu! Kau tidak bertarung Frevel?” Erden memprotes Frevel..
“Aku tidak suka pertarungan.. Lagipula tugasku nantinya adalah menghancurkan Crystal yang sudah kalian bawa kemari..” Dia menjawab lalu berbalik dan meninggalkan ruangan itu..
Mereka berenam lalu menatapku dan membungkuk padaku..
“Dengan seluruh kekuatan kami akan kami laksanakan Misi ini demi Nona Lucia.. Sang pewaris Tarintus..”
“Terimakasih.. Aku akan menunggu keberhasilan kalian..”

Http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s