Scene 4 : The Awakening


1 minggu setelah kejadian di laboratorium itu semua berjalan seperti biasa.. Hanya saja banyak orang mengajakku untuk masuk ke Party mereka.. Tapi aku selalu menolaknya karena aku tidak tertarik untuk mengikuti sebuah party..

“Teng! Teng! Teng!” Bel tanda istirahat berbunyi.. Aku segera keluar dari kelas dan berjalan menuju taman belakang untuk mencari udara segar.. Saat berjalan menuju taman banyak yang mengajakku untuk masuk ke party mereka, tapi dengan tegas kutolak karena aku tidak tertarik untuk masuk ke party..

Sampai ditaman aku segera duduk di bangku yang ada disana.. Setelah duduk aku memikirkan diriku selama ini.. Dari kejadian di Luceria sampai aku berada disini.. Aku merasa sendirian..
“Deggg…” Aku merasakan hawa membunuh yang kuat..
“Cepat kalian keluar!” Dua orang keluar dari balik pohon..
“Wah ternyata kau hebat bisa tau keberadaan kami..” Mereka memakai seragam akademi ini, 1 orang memakai Busur berwarna merah dan yang seorang lagi memakai 2Hand Sword berwarna coklat..
Gadis yang memakai 2Hand Sword itu mengangkat pedangnya..
“Sonic Boom!” Dia lalu menebaskan kebawah dengan cepat dan mengeluarkan pedang angin.. Terlalu cepat aku tidak bisa menghindarinya..
“Duaaar!!!” Terjadi sebuah ledakan..
“Wah, hebat juga ternyata sonic boom itu tidak mengenaimu..” Aku menembek sonic boom itu dengan fireball sebelum sampai kepadaku…
Gadis yang memakai 2Hand sword itu segera maju.. Dia lalu menebaskan pedangnya padaku.. Aku menghindarinya sambil mencari kesempatan untuk menyerangnya.. Dia melompat lalu menghamkan pedangnya ke tanah..
“Earthquake!” Blar!! Tanah yang kuinjak bergetar lalu aku jatuh..
“Uughh..” Belum sempat aku melihat banyak pedang keluar di sekelilingnya.. “Gawat bila aku tidak segera menghindar aku bisa terkena telak serangannya..” Aku merasakan sesuatu yang berbahaya dari atas.. Aa.. Di atasku sudah terlihat banyak panah dari es..
“Sword Storm!” “Ice Rain!” Duar!! Duar!! Duar!!…
“Fire Blast!” Zuuosshshh… Api keluar dari sekelilingku dan membakar semua panah dan pedang itu…
“Hosh Hosh Hosh” Tubuhku terasa lemas karena harus mengeluarkan spell dengan mana yang besar… Belum sempat aku beristirahat sebuah panah menyerempet lenganku..
“Uuughh..” Aku *****ang lenganku yang terluka..
“Kalian, sebenarnya apa tujuan kalian? Dan siapa kalian?” Aku bertanya pada mereka sambil tetap waspada..
“Kau tidak perlu tau siapa kami.. Tujuan kami? Kami akan membunuhmu disini!” Daritadi gadis yang memakai busur itu yang berbicara padaku..
“Membunuhku? Kenapa?”
“Kenapa? Karena itu adalah perintah ‘orang itu’..”
Degg..!! ‘orang itu’? Jangan jangan yang dia maksud adalah?
Bayang-bayang kejadian di Luceria terulang lagi di kepalaku..
“Siapa yang kalian maksud ‘orang itu’?” Aku bertanya dengan penuh amarah..
“Kau tidak perlu mengetahuinya..” Lalu gadis yang memakai pedang itu maju menuju kearahku.. Aku diam saja..
Gadis itu melompat lalu menebaskan pedangnya ke arahku dengan kekuatan penuh..
“Burning Crash!” Duaarr…
Aku bisa menghindari serangan itu dengan mudah.. Tubuhku terasa ringan dan gerakan mereka terlihat sangat lambat.. Aura gelap keluar disekitar tubuhku.. Aura itu mengalir ke tangan kananku lalu membentuk sebuah pedang.. Aku lalu menebaskan pedangku pada gadis yang memakai pedang itu..
“Traaanggg!” Dia menahan seranganku dengan pedangnya…
“Piercing Shot!” Gadis yang memakai busur itu menyerangku memakai panah yang bercahaya..
Aku menghindarinya lalu mengarahkan tangan kiriku ke arahnya..
“Lightning Destruction!” Duar! Duar! Duar! Petir menyambar ke arah gadis itu..
Kulihat tubuh gadis itu dilindungi oleh suatu pelindung.. Ternyata ada seorang priest yang daritadi bersembunyi dan kali ini melindunginya dengan Holy Barrier… Gadis yang memakai pedang itu sudah bergerak menjauh dan bersiap menyerangku..
Aku lalu merapalkan spell…
“Menghindar!” Priest itu berteriak…
“Chilling Death..” Creeekkk… Creek… Area disekitarku membeku..
Tampaknya mereka berhasil menghindar..
Aku semakin tidak bisa mengendalikan diriku lagi.. Semakin banyak kurasakan kekuatan yang mengalir di tubuhku, semakin aku tidak bisa mengendalikan diriku..
“Ice Rain!” Duar! Duar! Duar!
“Bagaimana mungkin? Ice rain ku tidak mengenainya??” Gadis yang memakai Busur itu tampak terkejut..
Aku semakin berhasrat ingin membunuh mereka.. Aura gelap yang ada disekitarku semakin tebal seiring dengan pertambahan kekuatanku..
“Death And De..”
“Binding Soul!” Belum selesai aku mengeluarkan spell tubuhku terasa lemaas.. Pandanganku pun menjadi gelap..

Note : Bow yg dipake Assert Bow dan 2Hand Swordna Cabbage Sword

http://forum.lytogame.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s