Scene 3 : Academy


Aku memandangi kaca yang memantulkan bayangan diriku.. Kulihat diriku disana.. Seorang gadis berambut panjang berwarna hitam dan bermata coklat memakai seragam hitam dengan corak putih di bagian lengan.. “Duk duk duk” Seseorang mengetuk pintu kamarku.. Aku bergegas membuka pintu itu dan terlihatlah sosok Dietrich..
“Kau sudah siap?”
Aku menjawabnya dengan menganggukkan kepalaku..

Pagi ini aku dan Dietrich akan pergi ke Akademi Alker untuk mengisi dokumen yang diperlukan.. Aku tidak mengerti kenapa Dietrich mau memasukkan aku ke Akademi.. Padahal kami baru bertemu dan aku sampai saat ini tidak pernah menyebutkan namaku padanya.. Dia begitu baik padaku.. Selalu mengajakku bicara walaupun lebih sering kujawab dengan jawaban singkat dan terkadang mengacuhkannya.. Aku jadi merasa bersalah karena sudah membalas sikap baiknya dengan dingin..

Kami sudah sampai di depan Gerbang akademi itu.. Akademi yang luas.. Tapi masih lebih kecil dari Akademi Luceria.. Sepertinya belum waktunya masuk kelas karena ada banyak murid yang masih di halaman depan.. Ada juga yang baru masuk ke gerbang.. Dietrich berjalan ke arah gedung Akademi itu, aku mengikutinya.. Kulihat orang-orang yang berada di halaman depan itu memperhatikanku dan ada juga yang berbisik-bisik sambil menatapku.. Aku terus berjalan mengikuti Dietrich ke gedung Akademi itu..

“Baiklah nona silahkan isi formulir ini maka kau sudah dinyatakan sebagai murid Akademi Alker.” Kepala Sekolah itu menyerahkan selembar formulir kepadaku.. Kepala Sekolah itu sudah tua, rambutnya sudah banyak beruban dan tipis.. Aku menuliskan nama di formulir itu.. “Lucia Eliziel Vesalia, jadi itu namamu ya?” Suara Dietrich mengagetkanku.. “Maaf aku mengagetkanmu, aku hanya penasaran dengan namamu karena kau sama sekali tidak pernah mengatakannya padaku selama ini..” Aku kembali mengisi formulir itu lalu menyerahkannya pada Kepala Sekolah..
“Baiklah, ada 1 hal lagi yang harus kau lakukan..” Kakek itu berdiri dari kursinya lalu mengambil sesuatu dari rak..
“Pegang ini..” Dia memberiku sebuah batu..
“Sekarang genggam batu itu dengan kedua tanganmu lalu pusatkan kekuatanmu pada batu itu..”
Aku melakukan yang diperintahkan kakek itu..
“Braaakkk!!” Batu itu hancur dalam genggamanku..
Kakek itu dan Dietrich tampak terkejut..
“Hmm, baiklah aku akan memasukkanmu ke kelas 11B..” Kakek itu sepertinya menyembunyikan sesuatu “Dietrich akan mengantarmu kesana karena dia tau letak kelas itu..”
“Terima kasih..” Dietrich berdiri lalu menjabat tangan kakek itu..
Aku berdiri lalu segera keluar dari tempat itu.. Lalu Dietrich keluar dari ruangan itu “Ayo ikut aku..”

“Nah, ini adalah kelasmu.. Aku harap kau merasa nyaman disini..” Dietrich lalu mengetuk pintu kelas itu..
Pintu itu terbuka dan keluarlah seorang guru tua berkacamata.. Lalu Dietrich berbicara padanya dan menyerahkan selembar kertas.. Guru itu membaca kertas itu lalu mengangguk.. Lalu dia melihatku “Masuklah.”
Aku mengikuti guru itu memasuki kelas..
“Anak-anak hari ini kita mendapat teman baru.. Namanya adalah Lucia Eliziel Vesalia. Bapak harap kalian bisa berteman baik..” Aku membungkukkan badanku memberi salam.. Seisi kelas menjadi gaduh.. “Tenang Semua Harap tenang !” Guru itu bersuara keras.. “Lucia, sebelum kau duduk aku ingin kau menjawab 1 soal dariku di papan tulis..” Dia lalu menulis soal Matematika.. Setelah kulihat Soal itu pernah kupelajari di Luceria.. Aku mengambil kapur yang ada di meja guru lalu menulis jawabannya dengan lancar.. Plok! Plok! Plok suara tepuk tangan terdengar ramai karena guru itu mengatakan kalau jawabanku benar.. Guru itu lalu menunjukkan tempat duduk ku.. Aku segera menuju tempat duduk ku..

“Teng! Teng! Teng” Suara lonceng terdengar.. Itu berarti pelajaran sudah selesai dan sekarang memasuki jam istirahat..
“Cukup sampai disini Anak-anak, jangan lupa kerjakan tugas yang Bapak Berikan..” Lalu guru itu keluar dari kelas.. Aku segera berdiri dan berjalan keluar kelas karena aku merasa murid di kelas ini pasti aku bertanya banyak hal kepadaku.. Setelah keluar kelas aku berjalan menuju perpustakaan.. Aku tau letak perpustakaan karena saat Dietrich mengantarku ke kelas kami melewati Perpustakaan.. Setelah sampai di perpustakaan aku mengambil sebuah buku tentang spell lalu duduk dan mulai membaca.. Baru beberapa halaman membaca terdengar suara ledakan dari luar..
“Duar! Duar!” Aku meletakkan buku itu lalu berlari menuju asal suara ledakan itu..
Asal suara itu ternyata dari Ruang Laboratorium dan saat sampai disana kulihat 2 buah Jamur berukuran besar yang sedang mengamuk.. Setelah bertanya pada seorang murid yang disana ternyata jamur itu terkena tumpahan suatu cairan di laboratorium lalu menjadi besar dan buas..
Aku berjalan kearah salah satu jamur itu.. Aku membaca spell dan memusatkan kekuatanku pada tangan kananku.. Terbentuklah sebuah bola api di telapak tanganku..
“Firebal!” Aku melepaskan bola api itu ke arah jamur itu.. Duar! Jamur itu terkena dan terluka.. Lalu jamur itu mengarah padaku dan mulai menyerangku.. Sambil menghindar kubaca sekali lagi spell itu dan mengarahkannya kepada jamur itu.. DUAAR! Jamur itu terkena telak tapi masih bisa berdiri juga.. Dia tambah buas menyerangku.. Aku terus menghindar dari serangannya.. Dia lalu menubrukku menggunakan kepalanya.. Aku melompat untuk menghindarinya.. Saat melompat aku menyadari bahwa jamur yang satunya menubrukku dari belakang.. Celaka aku tidak bisa menghindarinya.. Bug! tubrukan jamur itu cukup keras dan membuatku terbentur dinding.. Duak! Kurasakan darah mengalir dari bibirku.. Aku berdiri dan kulihat dua jamur itu sudah bersiap untuk menyerangku lagi dari arah kanan dan kiri..
Aku membaca spell dan memusatkan kekuatanku pada kedua telapak tanganku.. Lalu di kedua tanganku muncul bola api.. Aku tembakkan 2 fireball itu kepada jamur yang ada di sebelah kiri.. Duar! Duar! 2 fireballku mengenainya dengan tepat.. Jamur yang disebelah kanan menubruk ku tapi aku berhasil menghindarinya dengan melompat.. Lalu jamur itu menabrak jamur yang satunya.. Kulihat 2 jamur itu bertabrakan lalu keduanya jatuh saling menimpa.. Aku lalu membaca spell “Burning Fire!” Wuuuooshhh..!! Sebuah api keluar dari tanah dan membakar 2 jamur itu sampai hangus..
“Hosh, Hosh” Staminaku terkuras karena terus menghindar dari serangan jamur-jamur itu.. Setelah staminaku agak pulih aku berjalan keluar dari laboratorium.. Murid-murid yang melihatku seakan tidak percaya bahwa aku bisa mengalahkan 2 jamur raksasa itu sendirian..
Aku keluar dari laboratorium lalu menuju ke Kamar mandi untuk membersihkan diri.. Saat sedang membersihkan diri aku mendengar pengumuman bahwa hari ini semua kelas dipulangkan lebih cepat karena ada kejadian tadi.. Setelah selesai aku langsung berjalan pulang untuk beristirahat…

Note : Jamur yang dimaksud adalah Kusku

http://forum.lytogame.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s