Scene 11 : Other Personality


Aku bersimpuh sambil menangis di depan tubuh Erio yang sudah kaku.. Aku merasa bersalah, aku pikir jika Erio tidak bertemu denganku maka dia tidak akan mati..

“Maafkan aku Erio..” Aku hanya bisa mengulang kata-kata itu sambil menangis..

Kurasakan ada seseorang yang sedang melakukan spell disekitar sini..

“Shield Of Justice!” Sebuah Petir dari langit menyambar ke arahku..
Duaaarr!!
Spell itu tepat mengenaiku.. Tanah disekitarku hancur karena spell itu..

Aku terbaring di tanah.. Efek spell itu cukup menyakitkan bagiku.. Pandanganku mulai kabur..

“Apakah hanya sampai disini?” Aku berpikir bahwa mungkin inilah saatnya aku mati..

Aku menutup mataku dan merasa kosong..

“Kau sangat lemah! Kalau hanya seperti ini.. Aku akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri..” Sebuah suara terdengar sangat dekat denganku..
Kubuka mataku dan kulihat aku sudah berpindah ke suatu tempat yang sangat gelap..
“Kau.. Siapa?” Aku bangun mencari asal suara itu..
“Aku.. Adalah dirimu..” Suara itu berasal dari belakangku.. Kulihat kebelakang dan disana ada seseorang yang sangat mirip denganku.. Hanya saja dia memiliki rambut berwarna putih dan bermata merah seperti darah..
“Kau, yang waktu itu..” Aku ingat dia orang yang ada dalam mimpiku sewaktu aku ditangkap oleh Luna.. (Baca scene 5)
“Kau sudah lelah bukan? Aku akan menggantikanmu.. Kau beristirahat saja..” Suaranya terdengar halus..
“Menggantikanku?” Aku tidak mengerti kata-katanya..
Dia hanya tersenyum penuh misteri..
Dia lalu menjentikkan jarinya.. Criing! Criing! Kedua tanganku terikat rantai..
“Apa Yang kau lakukan!!” Aku berteriak marah kepadanya..
“Diam dan lihatlah..” Setelah berkata seperti itu dia lenyap dari hadapanku..
Tiba-tiba di depanku aku bisa melihat tubuhku yang terbaring di tanah..
Tubuhku lalu bergerak-gerak dan berdiri..
“Aahh… Sudah lama aku tidak keluar..” Diriku yang lain ternyata mengendalikan tubuh itu..
“Kau!! Ternyata masih hidup setelah menerima spell dariku!!” Seorang cardinal wanita tampak geram..
—–Dari sini Sudut pandang berubah menjadi sudut pandang “Lucia” Yang lain—–
“Tentu saja.. Aku tidak akan mati dengan serangan selemah itu..” ‘Aku’ lalu melepas kalung yang ada di leherku.. Setelah lepas ‘aku’ merapalkan sebuah spell.. Dan kalung itu bisa berubah menjadi sebuah pedang.. Pedang yang berwarna hitam dan emas..
Dari arah belakang ada yang menyerangku.. “Sonic Boom!” Aku menahan serangannya dengan pedangku.. Kulihat ada seorang Swordmaster yang menggunakan 2 pedang disana..
“Seorang cardinal dan seorang Swordmaster.. Kebetulan sekali..” Aku tersenyum senang karena mendapat lawan yang kuat..
“Kau!! Kenapa kau menghancurkan kota ini!!” Cardinal itu tampak sangat marah..
“Kenapa? Kurasa aku tidak perlu alasan untuk menghancurkan sesuatu.. Aku melakukannya karena aku ingin.. Itu saja..” Aku menjawab dengan enteng..
Swordmaster itu lalu maju menyerangku.. Aku menahan setiap serangannya dengan pedangku..
“Apa kau tidak memiliki rasa kasihan sedikitpun melihat mereka?!?!” Swordmaster itu tampaknya juga sangat marah kepadaku..
“Jiwa mereka tidak ada artinya dimataku..” Aku menjawab sambil terus menahan serangannya..
Dia tampak semakin marah dengan jawabanku.. Dia lalu *****ang erat pedangnya dan bersiap melakukan suatu jurus..
“Fearfull Massacre!!” Dia lalu menyerangku dengan kecepatan tinggi.. Kutahan serangannya dengan pedangku.. Beberapa serangannya bisa melukaiku..
Aku lalu mundur beberapa langkah untuk menjauh darinya.. Baru beberapa langkah aku mundur.. “Binding Soul!!” Cret! Cret! Cret! Beberapa tali mengikatku dan membuatku tidak bisa bergerak..
Swordmaster itu lalu mengarahkan pedangnya ke arahku dan melakukan suatu jurus.. “Rune Impact!!” Sebuah tombak sihir dilempar ke arahku.. Duar!! Tombak sihir itu lalu meledak saat mengenaiku..
Jurusnya membuatku mendapat luka yang lumayan menyakitkan..
“Menyerahlah! Kau tidak akan menang melawan kami!” Swordmaster itu tampaknya mengira aku sudah kalah..
“Menyerah? Kau salah.. Pertarungan ini baru saja dimulai..” Aku lalu mengeluarkan kekuatanku yang dari tadi kutahan.. “Recovery” Tubuhku lalu tertutup oleh kegelapan.. Kegelapan ini menghilangkan seluruh lukaku.. Dan membuat tubuh ini berubah.. Rambutku berubah menjadi putih dan mataku menjadi merah..
“Nah, mari kita mulai..” Aku lalu bergerak dengan cepat ke arah swordmaster itu.. Dia tampak terkejut dan berusaha menahan seranganku.. Sebuah seranganku mengenai armornya dan membuatnya terpental.. Buumm!! Dia menghantam sisa bangunan yang sudah hancur..
“Shield of Justice!!” Cardinal itu mengeluarkan spell yang sama dengan sebelumnya..
Kuarahkan tanganku keatas.. “Dark Blast!” Dari tanganku menembakkan sebuah spell kearah spell cardinal itu.. DuuaarRR!! Spellnya dan spellku bertabrakan lalu sama-sama hancur..
“Hanya seperti ini?”
Cardinal itu tampak terkejut.. Aku tidak membuang waktu dan langsung menyerang Cardinal itu.. Traangg!! Seranganku ditahan oleh Swordmaster yang tadi kuserang.. Aku lalu bergerak mundur.. Swordmaster itu tampak sudah terluka parah dan kehabisan tenaga.. Cardinal itu lalu berusaha melakukan heal pada swordmaster itu..
“Tidak akan kubiarkan! Chain Torturer!” Kukeluarkan sebuah spell yang membuat mereka berdua terikat rantai..
“AAgghhh..” Mereka berdua tampak kesakitan..
“Kurasa akan berakhir disini..” Aku lalu merapalkan sebuah spell..
“Wahai petir yang membinasakan manusia, hukumlah mereka dan cabutlah nyawa mereka yang sudah melakukan kesalahan.. Annihilation Lightning!” Sebuah Petir berwarna Ungu keluar dari langit dan menyambar mereka berdua.. Jdaaarrr!!! Tanah disekitar mereka ikut hancur dan tubuh mereka sudah lenyap tak berbekas..
“Hahh.. hah..” Aku merasa kelelahan..
“Hanya 1 segel yang lepas dan hanya sebatas inilah yang bisa kulakukan..” Aku lalu mengumpulkan sisa kekuatanku dan membuka portal ke kastil..
Setelah portal itu terbuka aku masuk kesana.. Tubuhku terasa berpindah dengan cepat..

Http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s