Scene 1 : The Revival


“Anak terkutuk , Anak terkutuk ” Mereka mengatakan itu sambil melempar batu kepadaku
“Hentikan, Kumohon.. Jangan sakiti aku” Aku terus memohon tapi mereka seolah tidak mendengarnya dan terus melempar batu kepadaku
“HENTIKAAAANNNNN!!!” Hosh , Hosh aku terbangun dari tempat tidurku dengan tubuh penuh keringat.
Uhh, mimpi itu lagi.. Kenapa mimpi itu akhir-akhir ini selalu datang dan membuatku merasa tak nyaman setiap bangun tidur.
Aku teringat hari ini harus segera berangkat karena akan ada tes kenaikan tingkat di akadami.
Aku segera bangun dari tempat tidurku dan mandi untuk bersiap berangkat.

“Duk , duk , duk ,duk” Suara langkahku yang bersemangat terdengar karena tangga ini terbuat dari kayu.
“Luciaaa hati-hati kau bisa jatuhh” Suara ibuku terdengar dari bawah.
“He He, maaf bu anakmu sedang bersemangat karena hari ini ada tes kenaikan tingkat ^_^” Aku segera duduk di kursi yang ada di meja makan.Kulihat sarapan hari ini, Hmm, Sandwich, susu, dan Sup Jamur.
Weks.. Sup jamur?? “Ibuuu kenapa ada sup jamurrr? aku kan tidak suka jamurrrr..” Kataku dengan muka merengut
“Sudah makan saja, sup jamur itu bagus untuk kesehatanmu” Ibu menanggapi kata-kataku dengan tersenyum.
Aahhh.. senyumnya itu sungguh membuatku menyesal dengan kata-kataku barusan.Aku pun segera memakan sarapanku dan (terpaksa) menghabiskan sup jamur yang rasanya menjijikkan itu.
“Ibuu aku berangkat yaa..” Kata ku sambil mencium tangan ibu ku
“Iya, iya cepat berangkat nanti terlambat.. Setelah pulang ibu janji akan membuat makanan kesukaanmu..” Kata ibu sambil mengelus rambutku penuh kelembutan
Aku pun segera berangkat menuju akademi untuk mengikuti tes..

Namaku adalah Lucia Eliziel Vesalia. Aku biasa dipanggil Lucia oleh orang orang. Aku adalah murid tingkat 11 Akademi Sihir Luceria. Disini semua orang memasuki akademi pada umur 7 tahun agar bisa menjadi orang yang berguna untuk masa depan.. Akademi dibagi menjadi 2 yaitu Akademi sihir dan Akademi petarung.. Seperti namanya, Akademi sihir mengajarkan tentang ilmu sihir dan ilmu pengobatan.. Sedangkan Akademi petarung mengajarkan cara penggunaan senjata.. Senjata yang digunakan ada banyak macamnya, tergantung minat dan bakat yang dimiliki.. Untuk lulus dari sekolah ini haruslah menyelesaikan 12 tingkat pendidikan dan menempuh ujian akhir.. Ujian akhir diadakan 1 tahun sekali dan ujian kenaikan tingkat diadakan 1 bulan sekali.. Tidak berarti semua murid bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat karena ini sangat sulit.. Ujian ini akan semakin sulit sesuai dengan tingkat yang dituju.. Dan untuk ujian akhirnya dikabarkan harus membunuh Boss monster yang sangat kuat..

Ahh.. tanpa kusadari aku sudah berada di depan gerbang sekolah.. Akademi yang luas dan megah..
“Kyaaaaaaa…” Aku kaget karena ada seseorang yang tiba-tiba menepuk pundak ku. Aku menengok kebelakang dan kulihat Temanku, Ashuron sedang tertawa tawa menyebalkan
“Hei, jangan mengagetkanku dasar bodoh !” Aku mendengus kesal
“Hahahahahaha, kau terlihat bodoh sekali Hahahahaha!!” Dia masih saja tertawa..
“Adaaawww..!!” Dia berteriak ketika kucubit perutnya..
“Huh, rasakan itu!!” Aku tidak melepaskan cubitanku dan terus mencubitnya semakin keras..
“Iyaaa maaafkan akuuu aduhhh..” Mukanya terlihat meringis kesakitan..
Aku pun melepaskan cubitanku padanya sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia lalu mengelus bekas cubitanku masih dengan muka meringis menahan sakit.
“Dasaarr kau mencubit terlalu keras..!!” Dia mengomel sambil mengelus elus bekas cubitanku
“Itulah akibatnya kalau kau mengagetkanku..!! Lagipula kau ini seorang fighter kenapa berteriak kesakitan karena sebuah cubitan saja?” Akupun tersenyum geli karena melihat tingkahnya..
“Huh kau ini mencubit terlalu keras dasar cewek bod..” Teng! Teng! Teng!
Lonceng sudah berbunyi menandakan ujian akan segera dimulai. Akupun segera mengakhiri pertengkaran kami dan menuju ruang ujian..

Di ruang ujian seorang guru memberi petunjuk kepada kami bahwa ujian akan diadakan di luar sekolah. Lebih tepatnya di hutan. Tentu saja dengan pengawasan guru tentunya.. Kamipun dibimbing keluar kelas dan menuju ke hutan..

Sampainya di hutan kami diberi peta yang menunjukkan jalan keluar dari hutan itu.. Ujian nya dilakukan selama 2 jam.. Dalam waktu itu para murid harus sebisa mungkin keluar dari hutan itu.. Semakin cepat keluar dari hutan itu semakin banyak nilai yang diberikan..

Akupun memasuki hutan itu sambil memperhatikan dengan cermat peta yang kubawa agar tidak tersesat..
“Kresekkk… kresek..” Ada suara yang keluar dari semak semak.. Akupun segera bersiap dengan menggenggam erat tongkatku..
Kuperhatikan dengan seksama ternyata ada gnoll disitu.. Akupun segera melafalkan mantra dan dengan perlahan muncul bola api dari ujing tongkatku..
“Fireball!!!” Aku menembakkan bola api itu dan langsung membuat gnoll itu hancur tak berbekas..
Aku segera melanjutkan perjalananku..
Saat sampai ditengah hutan langit berubah gelap..
“Mungkin akan hujan, sebaiknya aku mencari tempat berlindung..” Begitu pikirku..
Hmm.. ada yang aneh, sejak gnoll tadi, aku tidak menemukan 1 pun monster lagi..
Langit yang semakin gelap tapi tidak menunjukkan tanda-tanda hujan akan turun.. Aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku. Baru sebentar aku berjalan aku bertemu seseorang..
Laki-laki berambut gelap panjang dengan armor dan jubah dengan lambang aneh.. Kuperhatikan lebih teliti tangan orang itu berlumuran darah..
“Mungkin dia baru saja membunuh seorang monster?” Begitu pikirku.. Tapi setelah kudekati aku terkejut.. Ternyata dia tidak membunuh monster tapi dia membunuh 2 orang.. Aku pun merasa bahwa orang itu berbahaya dan ingin melarikan diri.. Tapi tubuhku tidak mau bergerak.. “Aku harus lari, Bergeraklahh!!” Aku terus mencoba tapi aku sama sekali tidak bisa bergerak..
Orang itu berbalik dan menatapku dengan matanya yang dingin.. Matanya seolah bisa menembus kedalam hatiku dan membuatnya hancur..
“Apa kau ‘yang terpilih’?” Dia bertanya padaku dengan suara datar..
“A..Aku.. tidak mengerti apa yang kau maksud?” Aku mulai bisa mengendalikan tubuhku..
“Kuulangi sekali lagi, apa kau ‘yang terpilih’?” Dia menatapku tajam dan mengulangi pertanyaannya..
Aku yang sudah mulai bisa mengendalikan tubuhku segera berbalik dan berlari secepat mungkin agar bisa pergi dari tempat itu..
Aku terus berlari dan berlari..

Akhirnya aku bisa keluar dari hutan..
“Hosh Hosh, apa yang terjadi? siapa orang itu?” Aku yang masih ketakutan dan kebingungan mendengar suara teriakan..
“Guuaaaaaaaaaaaa…” Kulihat penjaga yang menjaga hutan ini ditebas oleh orang yang tadi..
Dia menatapku tajam.. Tubuh reflek segera bangkit dan berlari menjauh.. Yang kupikirkan sekarang adalah segera kembali ke akademi..!!

“A..Apa..a yang terjadi?” Aku terkejut melihat akademi sudah terbakar dan banyak mayat bergelimpangan..
Tidak hanya akademi.. Seluruh kota seakan sudah tenggelam oleh lautan api..
IBU!! Bagaimana dengan keadaan ibu apakah dia selamat?
Aku segera berlari untuk pulang ke rumah dan melihat keadaan ibu ku..
Tapi yang kudapati adalah rumahku sudah rata dengan tanah.. Dann orang yang tadi mengejarku sudah ada disamping mayat ibuku yang bersimbah darah..
“K..Kenapaa? KENAPAAAA KAU MEMBUNUH IBUKUUU!!?!?” Aku pun marah dan berteriak..
Aku mengucapkan mantra dan memunculkan bola api yang keluar dari ujung tongkatku..
“FIREBALL!!” Aku melepaskan bola itu tepat ke arah orang itu..
“DUAARRr” sebuah ledakan terjadi… Tapi yang kulihat sama sekali tidak bisa dipercaya, orang itu menahan fireballku dengan sebelah tangannya..
“Hanya seperti ini?” Dia mengatakan itu dengan pandangan dingin..
“Kemarahanmu, kebencianmu.. itu sangat kurang.. Akan kubuat kau lebih marah dan lebih benci padaku agar kekuatan ‘Dia’ bangkit..” Dia mengatakan itu dan mengeluarkan api dari tangannya.. Aku segera bersiap karena kupikir dia akan menyerangku..
Tapi yang terjadi sama sekali tidak kupikirkan.. Dia membakar mayat ibuku tepat di depan mataku.. Dengan pandangan yang sangat kejam..
“KAUUU APAAA YANG KAU LAKUKANNNNNN!!!!!” Aku berteriak penuh kemarahan..
“Kau ingin kekuatan? agar bisa membunuh orang itu?” sebuah suara berdengung di kepalaku..
“YA AKU INGIN KEKUATAN!! AKAN KUBUNUH ORANG INI DENGAN KEKUATANKU!!” Aku menjawab suara itu dengan berteriak..
Uuugghhh..
Aku merasa ada sesuatu yang menjalar dari dalam tubuhku..
Aku merasakan kekuatanku meluap-luap..
“ETERNAL DARKNESS” Aku mengeluarkan spell yang tidak pernah kupelajari atau yang kuketahui..
DUAR!! DUAR!! DUAR !! Semua hancur..
Disaat itu aku merasa pandanganku semakin gelap..

http://forum.lytogame.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s