Part 7 : Lucia


Tanpa kusadari aku dan orang itu sudah berpindah ke suatu tempat..
Kami sudah ada di sebuah ruangan yang besar..
Tubuhku sudah tidak terasa sakit, tapi terasa sangat lemas..
“Tuaan, tuan Asfard anda sudah kembali?” Seseorang menghampiri kami dengan berlari kecil..
Kulihat dia seorang gadis memakai baju pelayan dan berambut pendek berwarna coklat..
“Ya, bantu aku untuk membawa Nona Lucia ke kamarnya..” Orang itu ternyata bernama Asfard..
“Nona Lucia?” Gadis itu menatapku tidak percaya..
“Anda benar Nona Lucia?” Gadis itu bertanya seolah tidak percaya..
Aku hanya memandangnya saja..
“Cepat bantu aku Myria!”Asfard terlihat kesal karena gadis itu hanya diam saja..
“Ba..Baik..”Gadis itu segera membantu Asfard untuk memapahku..
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi..
Orang yang membunuh ibuku sekarang membawaku ke suatu tempat yang aku tidak tahu.. Tapi kenapa orang ini memanggilku Nona? Dan gadis yang dipanggil Myria itu sepertinya mengenaliku..
“Cklek!” sebuah pintu kamar terbuka..
Kulihat ruangan itu.. Sebuah kamar yang tidak terasa asing lagi bagiku.. Tapi aku tidak ingat kenapa sepertinya aku mengenali kamar ini..
Asfard membaringkanku di tempat tidur..
“Sebaiknya anda beristirahat sekarang.. Saya sudah memanggil kembali ‘mereka’ semua..” Asfard berbicara sesuatu yang tidak kumengerti..
Mereka? Siapa yang Asfard maksud ‘mereka’?
Asfard berbicara sesuatu kepada Myria.. Lalu Asfard meninggalkan kamar ini dan Myria mendekatiku..
“Saya tidak menyangka saya masih bisa bertemu anda Nona..” Gadis itu tampak sangat hormat kepadaku..
Aku ingin mengatakan sesuatu tapi suaraku seperti tidak bisa keluar..
“Nah sekarang tidurlah dulu Nona, besok ‘mereka’ semua akan berkumpul..”
Lagi-lagi ‘mereka’.. Siapa sebenarnya yang dimaksud ‘mereka’?
Aku merasa lelah, tidak lama kemudian akupun tertidur..

Keesokan harinya..

“Nnnggghhh…” Aku terbangun karena ada cahaya yang masuk ke kamar ini..
Tubuhku sudah tidak terasa lemas lagi..
Kulihat Myria sedang membuka tirai yang menutupi setiap jendela yang ada di kamar ini.. Sepertinya dia tidak tahu bahwa aku sudah bangun..
Aku turun dari tempat tidur dan bermaksud untuk keluar dari kamar ini..
Saat aku akan membuka pintu kamar..
“Anda sudah bangun Nona?” Suara Myria mengagetkanku dari belakang..
“Ah.. Iya..” Aku yang kaget hanya bisa menjawab seperti itu..
“Sepertinya anda sudah terlihat sehat.. Bagaimana kalau anda segera membersihkan diri dan berganti pakaian?” Gadis itu tampak senang melihatku..
“Saya sudah menyiapkan baju anda dan ‘mereka’ sudah menunggu di meja makan..” Gadis itu lalu menyerahkan sebuah gaun berwarna hitam kepadaku..
Akupun segera masuk ke kamar mandi yang ada di kamar ini..
Setelah selesai aku memakai gaun yang diberikan Myria padaku..
“Waaahhhh,anda tampak cantik sekali..” Myria melihatku dengan senang..
“Terima Kasih..” Aku hanya tersenyum melihat tingkah Myria..
“Mari saya antar anda ke meja makan..”
“Ah, tunggu sebentar.. Sebenarnya kalian ini siapa?” Aku menghentikan langkah Myria yang akan keluar dari kamar ini..
Dia hanya menatapku dan tersenyum..
“Anda akan segera mengetahuinya…”
Lalu dia keluar dari kamar ini..
Aku segera mengikutinya..
Kamar tadi ternyata ada di sebuah lorong..
Aku mengikuti Myria hingga tiba di depan sebuah pintu ruangan..
“Nah, saya hanya bisa mengantar anda sampai kesini..”
Gadis itu membungkuk hormat kepadaku.. “Permisi..”
Lalu dia pergi meninggalkanku..
Kudengar ada suara gaduh yang ada di balik pintu itu..
Siapa aku sebenarnya? Apa yang sebenarnya ada dibalik pintu ini?
Ada banyak pertanyaan di dalam kepalaku..
Cklek! Kubuka pintu yang ada didepanku..

Http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s