Part 6 : Pain


“UUhhhh…” Aku membuka mataku.. Tubuh terasa berat dan tanganku terasa sakit..
Kesadaranku berangsur pulih, kurasakan kedua tanganku terikat oleh sebuah rantai..
“Kau sudah sadar?” Kulihat asal suara itu.. Seorang wanita tinggi dengan rambut pirang dan memakai pakaian kain berwarna ungu..
“Priestess Luna, persiapan sudah siap. Kita bisa mulai kapan saja..” Seorang elf berambut hijau panjang berbicara pada wanita itu. Dia.. Dietrich?
Kuperhatikan sekelilingku ada beberapa orang yang membentuk sebuah formasi sihir…
“Baiklah kita mulai sekarang..” Wanita itu mulai memasuki formasi sihir yang telah dibuat..
Aku mulai menyadari sesuatu, formasi sihir ini aku berada tepat ditengahnya..
Jangan-jangan??
“Apa yang Akan kalian lakukan!!!”Aku berteriak dan meronta-ronta mencoba melepaskan rantai yang mengikat tanganku..
“Tenanglah jangan melawan!” Suara wanita itu berubah tegas..
“Lepaskan aku! Lepaskaaaaannnnnn!” Aku terus mencoba melepaskan diri..
Kupusatkan kekuatan sihirku pada kedua tanganku..
“Aaahhhh…” Rantai itu semakin keras mengikat tanganku..
“Hentikan! Kalau kau mencoba menggunakan sihir rantai itu akan semakin kencang mengikatmu!” Suara tegas wanita itu seolah mengancamku..
Aku mulai lelah, sudah kucoba segala cara tapi itu hanya membuatku semakin tersiksa..
Saat kesadaranku mulai pudar, kulihat formasi sihir itu bercahaya..
“Aaaggghhh…” Rasa sakit yang tidak pernah kurasakan sebelumnya terasa mulai memasuki diriku..
“Tingkat penyegelan 1%, 2%, 3%”
Penyegelan? Kenapa mereka melakukan sihir penyegelan kepadaku?
“Aaaaggghhhhhh….” Semakin lama rasa sakit yang kurasakan semakin bertambah.. Tubuhku terasa diikat sebuah rantai yang sangat kuat..
“Huh? jadi mereka mencoba menyegelku?” Sebuah suara terdengar dikepalaku. Suara yang sama dengan diriku..
“Lihatlah, orang-orang itu menyakitimu. Mereka takut dengan kekuatanmu!”Suara itu makin terdengan jelas..
“Aaaaaaaaaagggggghhhhh….” Rasa sakit yang kurasakan semakin bertambah setiap detiknya.. Rasanya 1 detik seperti terasa sangat lama..
“Tingkat penyegelan 13% 14% 15%”
“Kenapa kau tidak bunuh saja mereka semua?” Suara itu membisikiku semakin jelas..
“Lihat, bahkan orang yang kau anggap penolongmu sekarang ikut menyakitimu..” Ya, kulihat dietrich memang ada di antara orang-orang itu..
“Apa yang harus kulakukan?” Aku mulai mendengar suara yang membisikiku..
“Terimalah aku. Maka seluruh penderitaanmu akan hilang..”
“Menerimamu? Tapi, karena dirimulah aku menghancurkan seluruh kota Luceria dan membunuh banyak orang!” Di kepalaku terjadi pergulatan antara mendengarkan bisikan itu dan menentangnya..
“Bukankah waktu itu kau menerimaku? Kau sendiri yang menghancurkan kota itu..”
Suara itu makin mempengaruhiku..
“Aaaagggggghhhhh…” Aku mulai tidak bisa menahan rasa sakit yang kurasakan semakin perih..
“Bagaimana? Bagaimana caraku agar bisa ‘menerima’mu?” Aku menuruti bisikan itu..
“Marahlah! Bencilah! Dendamlah! Luapkan seluruh kebencianmu! Terimalah kegelapan yang ada dalam dirimu!” Kulakukan apa yang dikatakannya, kuingat seluruh perlakuan penduduk Luceria yang membuatku marah..
Aku mulai berpikir bahwa mereka pantas mati atas apa yang mereka lakukan kepadaku..

Suatu kekuatan mulai mengalir di dalam diriku..
Semakin lama kurasakan kekuatan yang mengalir semakin kuat..
Perasaan yang sama ketika waktu itu..

Seluruh rasa sakit ditubuhku hilang..
Dengan sedikit kekuatan kuhancurkan rantai yang mengikatku..
“Bruuuaakkkk!!”
“Sekarang, kalian akan mendapatkan rasa sakit yang melebihi apa yang kurasakan!”
“Semuanya, Cepat tinggalkan ruangan ini !” Wanita itu memberikan perintah..
“Aku tidak akan membiarkan kalian pergi.. ”
“Wahai rantai yang berasal dari kegelapan, belenggulah mereka dan berikan siksaan kepada mereka.. Chain Torturer!” Sriiinggg Sriinggg..
Rantai-rantai keluar dari tanah dan mengikat setiap orang yang ada disana..
“Holy Guard!” Luna mengeluarkan spell yang melindungi semua orang diruangan ini.. Semua rantai milikku lenyap…
“Kau pikir hanya spell seperti itu bisa melindungi mereka?”
“Forbidden Darkness Spell : Diabolic Emission!” Wuunggg! wuung Wuung !
Sebuah bola kegelapan terbentuk ditanganku dan semakin membesar…
“Guaaakkkkhhhhhhh……” Orang orang yang ada diruangan itu semua ditelah oleh bola itu.. Termasuk aku dan Luna..
“UUaaaghhhhh…” Orang orang yang tertelan bola itu mulai lenyap ditelan oleh kegelapan satu persatu..
“Kau! Kenapa kau berbuat sejauh ini?!?” Luna tampak geram..
“Bukankah ini pantas? kalian telah berbuat sesuatu padaku dan aku hanya mengembalikan apa yang kurasakan!”
“Divine Sword!” Dari arah belakang ada yang menyerangku dengan sebuah cahaya..
Serangan itu lenyap sebelum mencapaiku..
Kulihat masih ada seorang lagi yang hidup..
“Jadi kau masih ada disini Dietrich?” Aku berjalan menghampiri Dietrich yang sudah terlihat tidak berdaya..
“Binding soul!” Cret! cret! crett! sebuah benang cahaya mengikatku,,
“Aku tidak akan membiarkanmu membunuh orang lagi!” Luna terlihat sudah sangat kepayahan melancarkan sebuah spell kepadaku..
“Perbuatanmu tidak ada artinya Luna!”
Ctass! Dengan mudah kuputuskan benang yang mengikatku..
“Return to Bind!” Sebuah cahaya menyelimuti kami bertiga..
Criinggg……
Ternyata dia memakai spell teleport untuk memindahkan kami kembali ke ruangan tadi..
Kulihat mereka berdua sudah tersungkur karena kehabisan tenaga..
Deggg!! “Uuughhhh” Kurasakan tubuhku terasa sakit luar biasa..
Melebihi rasa sakit saat disegel tadi..
“Sepertinya anda sudah mencapai batas..”
Sebuah suara yang sangat kukenal.. Kulihat di ruangan itu sudah ada orang yang membunuh ibuku..
“Kauu…. UuuggghhH..” Tubuhku terasa semakin sakit..
Orang itu berjalan mendekatiku..
Tubuhku terasa sangat lemah.. Keseimbanganku goyah dan tubuhku jatuh..
Aku merasa tubuhku ditahan oleh seseorang..
Kulihat orang itu menahanku agar tidak jatuh..
“Sebaiknya anda beristirahat lebih dulu.. Saya akan membawa anda ke tempat kami..”
Orang itu membaca sebuah spell lalu kurasakan tubuhku terasa ringan..

Http://forum.lytogame.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s