Malam Kota Jogja


Kemarin malam, atau mungkin tepatnya tadi pagi (coz skitar jam setengah 12 malem sampe setengah satu pagi) ku mendapat mandat buat njemput bapak n kakakku di Stasiun Tugu yang baru aja pulang dari Malang. Harusnya sih ga perlu jemput menjemput, coz bisa naek travel jadinya langsung kerumah. Tapi berhubung kakakku pengen naek kereta (nyoba kereta baru soalna) jadilah diriku wajib menjemput mereka malam2 (soalnya malam2 ampir ga ada kendaraan umum yang melintas)

Bangun sekitar jam 11 malem, mata rasanya masih ngantuk banget. Biar ga ngantuk, akhirnya kuputuskan buat minum beberapa gelas air hangat. Setelah sekitar jam setengah 12, perjalanan ke Stasiun Tugu pun dimulai. Jalanan cukup sepi (ya iyalah, masa jam sgitu rame), namun dikanan kiri jalan masih terlihat cukup banyak aktifitas manusia. Keadaan jalanan mungkin tak jauh beda dengan sekitar jam 5-6 pagi, tapi rasanya malah lebih sepi kalau pagi. Setidaknya kalau pagi hampir tak pernah dijumpai yang namanya pedagang masih menjajakan dagangannya (paling2 kalo pagi2 yang ada penjual bensin doang). Akhirnya setelah beberapa menit, sampailah disuatu jembatan (entah jembatan apa namanya) yang terletak di sebelah timur Tugu Jogja. Berhubung ku jarang kluar jam2 segitu, agak heran juga ketika melintas di jembatan tersebut ternyata malah rame banget. Banyak muda-mudi pada waktu itu, entah apa yang dikerjakan ngumpul dalam jumlah yang cukup besar nongkrong didekat jembatan. Awalnya sih takkira beberapa kelompok dari mereka sedang menunggu sesuatu, tapi kalau dilihat secara sekilas kelihatannya emang pada disitu buat nongkrong aja…

Pertanyaan besar bagi bangsa ini, mungkinkah bangsa ini maju kalau para pemudanya saja seperti ini??? Kalau kata Rhoma Irama sih, “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja, asal ada perlunya”. Memang tidak semua pemuda melakukannya, namun yang sebagian inilah biasanya membuat kebangkitan suatu bangsa akan mundur. Mungkin analoginya seperti para pejabat sekarang. Aku yakin ada (dalam matematika, ada = stidak2nya satu) yang memang benar2 jujur, namun sebagian yang tidak jujur itu yang membuat Negri ini hancur. Oleh karena itulah, jangan sampai yang sebagian2 yang tak baik itu trus dianggap sepele. Bangkitlah hai para pemuda, nasib INDONESIA dimasa depan ada ditangan kalian (You are the agent of change)

2 thoughts on “Malam Kota Jogja

    • Yoa,,, itu namanya analisis sosial, kan katanya kita harus peka,,, tapi rada kaget juga sih coz tengah malem kek gitu jauh lebih rame daripada pagi buta😀
      btw e-mailmu lucu juga, coba ga ada huruf “d” , mesti keren.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s