Ilusi Waktu


Albert Einstein pernah mengatakan “Waktu adalah Ilusi” Mungkin dapat dikatakan, tidak ada ada perbedaan hari ini dengan tahun depan. Kalau merujuk pada teori relativitas hal itu benar. Namun jika melihat fakta kehidupan nyata bisa hal itu bisa”kurang benar”.

Kita tidak mengetahui tanda titik untuk berhentinya waktu, tapi kita tahu, bahwa waktu tidak pernah menoleh ke belakang. Yang berlalu akan tetap berlalu dan akan menjadi masa lalu yang tak mungkin terulang. Cukup untuk dikenang, tidak perlu sampai ditangisi, tapi akan lebih baik jika dijadikan pelajaran berharga. Kita hanya bisa berdamai dengan diri sendiri. Umur yang bertambah bukan untuk dirayakan tanggal berulangnya, tapi bagaimana menginstrospeksi diri dan menjadikan diri untuk lebih baik dan lebih bertakwa.

Waktu terus berlalu. Seharusnya kita berpikir sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi alam akhirat? Sudah cukupkah amal kebajikan yang akan menemani kita di alam barzak sambil menunggu datangnya hari kiamat? Sudah siapkah kita meniti jembatan shirat? Atau kita hanya ingin bertamasya ria di neraka jahannam bersama iblis dan orang-orang yang mengingkari agama Allah? Atau hanya rindu terjun bebas ke dasar neraka? Tak seorangpun manusia yang punya impian seperti itu. Naudzubillah.

Umur yang bertambah berarti makin makin mendekatkan kita pada kuburan. Manusia diberikan pilihan untuk membentangkan sajadah ke kuburan atau menaburi jalan ke kuburan dengan maksiat. Karena hidup setelah kematian hanya ada dua pilihan, ke syurga atau ke neraka. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk masuk ke dua tempat itu. Tapi kadang saya ingat mati tapi lupa diri. Melakukan segala sesuatu di dunia yang fana ini seolah-olah saya tak akan mati. Padahal orang yang berakal sehat pasti yakin akan mati dan jika ingin masuk syurga juga harus melalui pintu kematian.

Sudahkah kita ingat mati? Demi mengingat kematian ini, ada orang yang menyimpan kain kafan di antara lipatan pakaian atau digantung berdampingan dengan baju kerja sehingga selalu teringat mati bila melihat kain kafan tersebut. Teungku Zulfikar Akbar sepertinya sudah menulis pidato untuk dibacakan pada upacara kematiannya (Subhanallah..). Ingat, waktu bukanlah ilusi yang seolah ada namun hakikatnya tiada. Waktu itu nyata. Setiap detik yang kita lewati akan dipertanggung jawabkan di hadapanNya.

Akan tetapi melihat kenyataan tersebut, kita juga tidak dapat menyimpulkan bahwa waktu adalah sesuatu yang nyata. Sesuatu tidak akan disebut ilusi apabila hal tersebut tidak terlihat nyata, meskipun sebenarnya aku juga belom pernah melihat pembuktian bahwa waktu adalah ilusi,

Namun apapun waktu itu, bagiku:
“Waktu Adalah Ilusi Yang Nyata”

14 thoughts on “Ilusi Waktu

    • hohoho, anda kurang beruntung…..
      yang benar adalah mata burung hantu, kenapa burung hantu??? silahkan jawab sendiri

      Sip, daripada bingun mikirin waktu adalah ilusi atw waktu adalah nyata, mending digabungin, jadi:
      Waktu adalah Ilusi Yang Nyata

      • kadang hal yang kita pikirkan akan terjadi hari ini, malah tertunda, dan yang kita pikirkan tak kan terjadi esok, malah terjadi. itulah ilusi waktu. >.<

      • hehehe, emang aku berusaha apaan??? mnurutku UAS smstr 3 tuh paling g konsen rasanya kl dibandingin UAS semester 1 ma 2… lha mw gmn lagi,, mungkin gara2 nyalonin ketua Hima, jadi keenaken kumpul2,, mungkin jg krn ada event Seal, jd mala pengen maen drpd blajar…
        tp dibalik itu ya jelas tetep ada usaha,,, thanks dah mengunjungi blogku… makaci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s