Idul Adha yang berbeda


Idul Adha kali ini benar-benar lain, banyak hal yang membuat Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya (entah menjadi lebih baik atau lebih buruk), antara lain:
1. Tidur setelah Shalat Subuh
Biasanya aku ga pernah tidur setelah Subuh ketika ada perayaan hari-hari besar, namun kali ini saking ngantuknya jadi ketiduran dah, n dampaknya jadi keburu-buru pas siap-siap Shalat Ied, n imbasnya jadi dikomentarin yang aneh-aneh dah
2. Merayakan Idul Adha di Kampus
Akhirnya setelah sekian lama ga merayakan Idul Adha di sekolah, akhirnya bisa juga merayakan Idul Adha bareng temen-temen di kampus. Terakhir kali aku ber-hari raya Idul Adha bareng temen-temen di sekolah tuh pas SMP, jadi dah 4 tahun yang lalu. Jadi wajarlah kalo Idul Adha kali ini jadi –bener-bener berbeda, yaitu jadi lebih berkesan n lebih menyenangkan meskipun amat sangat melelahkan
3. Potong-memotong daging , tulang, n lemak sepuasnya
Ini bagian yang sebenernya menyenangkan tapi jadi bener-bener melelahkan. Mungkin karena sedikitnya panitia yang ikhwan, jadi bener-bener harus kerja keras untuk menyelesaikannya. Motivatorku saat itu kliatannya cuma kata-kata “Selesaikan apa yang kamu mulai”, tapi dampaknya cukup mantap, akhirnya skitar jam 4 sore acara potong-memotong dah hampir kelar. Fiuh, capeknya,,,
4. Memakai baju batik
Nah, ini bener-bener beda. Tahun-tahun yang lalu blom pernah pake baju batik buat Shalat Idul Adha. Tapi tahun ini, mungkin karena udah klop dulu ma bajunya jadi tanpa beban dah pake tuh baju. Kalo dirumah malah dibuat guyonan (ind:bahan bercanda) pake taplak, coz pas awal-awal sebelum dijahit takkira tuh kain lebih cocok buat taplak, hehehe. Tapi setelah jadi baju, wuih, mantap. Jadi lebih seneng pake batik dah sekarang, seenggak-enggaknya turut melestarikan budaya biar ga diklaim ma bangsa laen.
5. Mengungkapkan perasaan melalui tulisan
Nah, tulisan ini bisa dibilang tulisan pertama yang bener-bener tak niatin buat ngisi blog-ku, namanya juga masih pemula , jadi harap maklum kalau kata-katanya unik dan ga jelas ,,, hehehe
Penulis bener-bener mengharapkan kritik dan saran yang positif untuk membuat blog ini menjadi lebih menarik dan benar-benar ada manfaatnya baik bagi penulis maupun pembaca
Makasih dah baca artikel ini,,, jangan kapok ya liat blog-ku,,,
Silahkan comment dibawah,,,,

2 thoughts on “Idul Adha yang berbeda

  1. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s